News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Harga BBM Dunia Meroket setelah Perang Iran, 150 Negara Mulai Rasakan Dampaknya

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGISIAN BBM : Junet, seorang kurir logistik, mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU 3412703, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). Harga BBM dunia melonjak usai perang Iran dan krisis Selat Hormuz. Hampir 150 negara terdampak, ancaman inflasi global makin menghantui. (Tribunnews/Alfarizy)

TRIBUNNEWS.COM - Konflik yang melibatkan Iran dan memanasnya situasi di Selat Hormuz mulai memberikan dampak besar terhadap perekonomian dunia. Salah satu dampak paling terasa adalah lonjakan harga minyak dan bahan bakar di berbagai negara.

Perang Iran serta ketegangan di jalur pelayaran Selat Hormuz disebut telah memicu kenaikan harga bensin di hampir 150 negara di dunia.

Berdasarkan perhitungan media internasional Al Jazeera, sedikitnya 146 negara melaporkan kenaikan harga bensin sejak akhir Februari 2026 atau sejak konflik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat.

Kenaikan harga energi global terjadi karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman tersebut menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah.

Ketika situasi keamanan di kawasan itu terganggu akibat perang dan ancaman blokade, pasokan minyak dunia langsung ikut terdampak.

Akibatnya, harga minyak mentah global melonjak dan memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk negara-negara Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika.

Negara-Negara dengan Kenaikan Harga Bensin Tertinggi

Berdasarkan data yang dihimpun Al Jazeera, Kamboja menjadi negara dengan lonjakan harga bensin tertinggi. Harga bensin di negara tersebut naik dari 1,11 dolar Amerika Serikat menjadi 1,32 dolar AS atau melonjak sekitar 67,81 persen.

Vietnam berada di posisi berikutnya dengan kenaikan sekitar 49,73 persen. Harga bensin di negara itu meningkat dari 0,75 dolar AS menjadi 1,13 dolar AS.

Nigeria juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 35,02 persen. Sementara Laos mencatat kenaikan sekitar 32,94 persen di tengah meningkatnya tekanan harga energi global.

Baca juga: Tepis Keresahan Krisis BBM, Pemerintah Australia Minta Warga Liburan Paskah Seperti Biasa

Dampak kenaikan harga minyak tidak hanya dirasakan negara berkembang. Sejumlah negara maju juga mulai merasakan lonjakan biaya energi akibat ketegangan di Timur Tengah.

Kanada mengalami kenaikan harga bensin sekitar 28,36 persen. Pakistan juga terdampak dengan kenaikan mencapai 24,49 persen.

Di kawasan Asia Pasifik, Maladewa mengalami kenaikan sekitar 18,54 persen, sedangkan Australia mencatat kenaikan sebesar 18,23 persen.

Amerika Serikat turut mengalami lonjakan harga bensin sekitar 16,55 persen seiring meningkatnya ketidakstabilan pasokan minyak global.

Singapura yang selama ini dikenal memiliki harga bahan bakar tinggi juga mencatat kenaikan sekitar 15,69 persen. Sementara Jerman mengalami kenaikan sekitar 13,3 persen.

Selat Hormuz Jadi Pemicu Krisis Energi Dunia

Analis energi internasional menilai konflik Iran dan ancaman penutupan Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mengguncang pasar energi global dalam beberapa pekan terakhir.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini