TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Diskotek menyerupai masjid di Spanyol, La Meca, mengundang protes dari berbagai penjuru. Salah satunya dari Islamic Foundation of Southern California, Amerika Serikat.
"We should not disrespect other people's religion, or religious figures," tulis yayasan itu dalam pesannya di causes.com. Kita seharusnya tidak melecehkan agama atau simbol-simbol agama umat lain, begitu pesan kelompok itu.
Yayasan itu mengatakan, masjid seharusnya tidak dinistakan dengan menjadikannya seperti diskotek. Warga Spanyol pun, kata kelompok itu, pastilah tidak bisa menerima kalau diskotek didesain menyerupai gereja.
Dengan nada keras, kelompok itu menulis pesan: "If you hate Islam and you don't want Mosques in your country
[Spain] you can remove them, but you have no right to insult us and
create a night club that looks like a Mosque."
Setelah heboh dengan kartun
Nabi Muhammad, Eropa kembali bikin heboh. Kali ini dengan night club
atau klub malam dengan arsitektur bangunan dan desain interior
menyerupai masjid. Namanya La Meca.
Disktotek La Meca terletak di
Kota Aguilas, Murcia, selatan Spanyol. Bangunannya dilengkapi kubah,
mirip masjid. Sebagai diskotek, tentu pengunjung menenggak minuman
keras, berdansa, dan bersuka ria.
Heboh mengenai diskotek
berarsitektur masjid ini disebarkan melalui pesan berantai di BlackBerry
Mesengger, lengkap dengan tautan (link) foto-fotonya.
Yayasan Islam California Selatan Protes Diskotek La Meca
Editor: Dahlan Dahi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan