TRIBUNNEWS.COM - Sebuah sumber militer Iran mengklaim operasi militer besar-besaran yang dilakukan Teheran pada Rabu (10/6/2026) berhasil menghantam sekitar 70 persen target Amerika Serikat (AS) yang telah ditentukan sebelumnya.
Klaim tersebut, dilaporkan Kantor Berita Fars berdasarkan data awal, citra satelit, dan informasi dari layanan keamanan Iran.
Menurut sumber tersebut, Pasukan Udara dan Rudal Iran berhasil menyerang berbagai target militer dengan tingkat presisi tinggi.
Yakni menggunakan rudal balistik jarak jauh dan pesawat nirawak atau drone.
Sumber itu juga menyebut, rudal dan drone Iran mampu menembus sistem pertahanan udara yang dikerahkan di pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Beberapa target yang diklaim berhasil dihantam antara lain pangkalan al-Azraq di Yordania, pangkalan Ali al-Salem di Kuwait.
Bahkan hingga markas Armada Kelima AS di Bahrain, mengutip Al Mayadeen, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Qatar Kirim Delegasi ke Teheran, Bahas Diplomasi Akhiri Konflik Iran-AS
21 Lokasi Terkait AS Diserang
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan serangan terhadap 21 lokasi yang terkait dengan AS di kawasan tersebut. Operasi itu disebut sebagai respons atas agresi Amerika Serikat terhadap Iran.
IRGC menyatakan, salah satu target utama adalah pangkalan jet tempur F-35 AS di al-Azraq, Yordania, termasuk pusat komando dan kontrol di fasilitas tersebut.
Media Iran juga melaporkan bahwa IRGC menggunakan rudal Kheibar Shekan dalam serangan terhadap hanggar pesawat tempur F-35.
Selain itu, IRGC mengklaim berhasil menghancurkan empat target bernilai tinggi menggunakan rudal berbahan bakar padat jarak jauh.
Mereka juga menyebut pesawat nirawak MQ-9 milik AS ditembak jatuh dalam pertempuran udara di atas wilayah Jam, Provinsi Bushehr, Iran selatan.
Di sisi lain, Kantor Berita Tasnim Iran melaporkan sistem pertahanan udara Iran berhasil menjatuhkan drone MQ-9 Amerika di wilayah yang sama.
IRGC turut memperingatkan bahwa setiap tindakan bermusuhan lanjutan akan dibalas dengan respons yang “lebih parah dan lebih keras,” sekaligus menandakan kesiapan Iran memperluas operasi militernya apabila konflik terus meningkat.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan