News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan AS Dianggap Merusak Upaya Diplomatik, Langgar Gencatan Senjata Secara Berulang

Penulis: Nuryanti
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LANGGAR GENCATAN SENJATA - Ilustrasi peperangan antara Iran dan Amerika Serikat. Peningkatan serangan AS ke Iran disebut mengancam akan menggagalkan upaya untuk mengakhiri perang.

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Amerika Serikat (AS) telah merusak upaya diplomatik internasional yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.

Hal ini disampaikan Teheran setelah serangan AS lebih lanjut terhadap target di Iran selatan.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara pada Rabu (10/6/2026) pagi terhadap Iran, dan Teheran membalas dengan serangan ke negara-negara di kawasan tersebut.

Peningkatan serangan ini mengancam akan menggagalkan upaya untuk mengakhiri perang.

“Sayangnya, Amerika Serikat merusak proses diplomatik ini melalui pesan-pesan kontradiktif yang dikirimkannya, perubahan posisi dan tuntutannya yang berulang, dan, yang terburuk, melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam pesan video yang disiarkan oleh media Iran, Rabu.

“Setiap proses diplomatik dirusak oleh penggunaan kekerasan dan dengan melakukan tindakan yang melanggar hukum di lapangan," jelasnya.

Sementara itu, militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu pagi bahwa mereka telah “menyelesaikan” serangan balasan terhadap Iran atas jatuhnya sebuah helikopter serang.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi pasukan Amerika di Timur Tengah, mengatakan mereka telah “menyelesaikan serangan pertahanan diri terhadap Iran.”

“Pasukan CENTCOM menyerang pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan situs radar pengawasan di dekat Selat Hormuz dengan amunisi presisi dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS,” bunyi unggahan CENTCOM di X.

“Pasukan AS tetap waspada dan siap untuk membela diri terhadap agresi Iran yang tidak beralasan," lanjutnya.

Baca juga: Qatar Kirim Delegasi ke Teheran, Bahas Diplomasi Akhiri Konflik Iran-AS

Trump Anggap Iran Terlalu Lama Negosiasi

Donald Trump mengatakan, Iran terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri permusuhan antara Washington dan Teheran.

Donald Trump pun memperingatkan bahwa Iran "harus membayar harganya".

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah terjadi baku tembak antara pasukan Iran dan AS yang menyusul beberapa hari ketegangan yang berfluktuasi di wilayah tersebut ketika Israel dan Iran saling melancarkan serangan militer sebelum mundur.

“Militer Iran benar-benar kacau. Sebagian besar, seperti Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka, bahkan sudah tidak ada lagi. Mereka telah sepenuhnya dikalahkan. Iran hanya banyak bicara dan tidak bertindak,” ungkap Trump di platform Truth Social miliknya, Rabu (10/6/2026).

“Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk kesepakatan yang seharusnya menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar harganya," lanjut Trump.

DONALD TRUMP - Presiden AS Donald Trump berbicara dengan anggota media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih, Kamis, 16 April 2026, dalam perjalanan ke Joint Base Andrews untuk perjalanan ke Las Vegas. (Foto Resmi Gedung Putih, White House)
Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini