TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lilik Zuliatusshalihah, Mahasiswa S1 Al Azhar, Mesir Fakultas Ushuluddin asal Lamongan, Indonesia mengabarkan kepada Tribunnews.com, ribuan Warga Negara Indonesia berada di wilayah kantong karusuhan.
Lilik menyebut WNI yang sebagian besar adalah mahasiswa dan TKi itu berdomisili di Kawasan Nasr City di Kairo, Distrik 10 karena harga sewa rumah di distrik itu relatif lebih murah dibandingkan kawasan lain.
"Kawasan Nasr City di Kairo, khususnya Distrik 10, itu tempat konsentrasi terbesar WNI di Mesir," sebutnya kepada Tribunnews.com, Selasa (1/2/2011).
Lilik menambahkan sejak gerakan massa antirezim Mubarak marak, 25 Januari lalu, kawasan Nasr City adalah satu di antara kawasan rawan keamanan. Kendaraan lapis baja dan truk militer melakukan patroli intensif setiap malam di kawasan Nasr City. Suara tembakan kadang terdengar pula pada malam hari di kawasan tersebut.
"Tapi disitu biasa ada ronda malam yang dilakukan Komite Rakyat setempat membantu mengendalikan keamanan di kawasan itu. Mohon doakan, semoga Alloh senantiasa melindungi mereka," tutupnya.
Adapun data KBRI Kairo, jumlah WNI di Mesir per Desember 2010 sebanyak 6.149 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.297 adalah pelajar dan mahasiswa, 1.002 tenaga kerja wanita (TKW), 163 keluarga besar KBRI, 300 keluarga dari mahasiswa, 99 tenaga ahli, dan 50 tenaga kerja asing.
Ribuan WNI Berdomisili di Wilayah Rawan Rusuh di Mesir
Penulis: Husein Sanusi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan