News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Jawab Surat Zelenskyy, Sebut Isinya Kasar dan Picu Kontroversi

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PUTIN BERPIDATO - Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato dalam sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg XXIX, Jumat (5/6/2026). Dalam pidatonya, Putin menjawab surat terbuka Presiden Ukraina Zelenskyy yang mengusulkan pertemuan langsung dan gencatan senjata. (Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti).

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi surat terbuka baru-baru ini dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai tawaran untuk pertemuan langsung dan membahas gencatan senjata.

Putin menganggap surat tersebut mengandung unsur kasar karena menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan Ukraina menggelar pertemuan langsung.

Pemimpin Rusia itu mempertanyakan surat itu benar-benar untuk membuka dialog atau justru menciptakan situasi yang mempersulit terwujudnya pertemuan tatap muka.

"Dan surat ini memang mengandung unsur kekasaran. Apa maksudnya? Apakah ini cara untuk menciptakan kondisi bagi pertemuan dan pembicaraan tatap muka? Atau justru menciptakan situasi di mana pertemuan tatap muka sama sekali tidak mungkin dilakukan?" kata Putin dalam sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF), Jumat (5/6/2026).

Presiden Rusia menegaskan Rusia tidak pernah menolak kemungkinan pertemuan langsung dengan Zelenskyy.

Namun, menurutnya itu tidak akan memberikan hasil jika persoalan-persoalan utama yang menjadi akar konflik belum diselesaikan dahulu.

Menurut Putin, sebelum pertemuan puncak, baik Rusia maupun Ukraina harus terlebih dahulu menemukan jalan keluar terhadap masalah yang memicu perang.

Ia juga menyinggung posisi politik Zelenskyy karena menurutnya pemimpin tidak boleh takut menghadapi pemilu dan bertindak sesuai konstitusi di negaranya.

Masa jabatan Zelenskyy berakhir pada Mei 2024, namun ia masih menjabat karena keadaan darurat militer yang menyebabkan pemilu tidak dapat diselenggarakan.

"Seseorang tidak boleh takut untuk pergi ke tempat pemungutan suara dan harus selalu bertindak dalam kerangka Konstitusi. Jika tidak, itu disebut perebutan kekuasaan, yang merupakan tindak pidana," kata Putin.

Baca juga: Isi Lengkap Surat Terbuka Zelensky ke Putin: Tulisan Panjang Bernada Peringatan Sekaligus Ajakan

Ia juga menanggapi sindiran yang menyinggung usianya sebagai pemimpin Rusia, yang menurutnya usia bukanlah faktor utama dalam kepemimpinan.

"Penulis surat itu menyebutkan usia saya. Apa yang bisa saya katakan? Tentu saja, setiap orang harus memikirkan usia mereka. Tetapi menurut saya, banyak tokoh politik lain yang menjalankan tugas mereka pada usia saya. Beberapa bahkan lebih tua dari saya. Yang terpenting bagi seorang politisi bukanlah usia, tetapi kapasitas dan kemampuan untuk berkinerja," kata Putin, lapor TASS.

Dalam pidatonya, Putin juga menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah beberapa kali berupaya memengaruhi sikap Zelenskyy.

Ia bahkan berterima kasih atas upaya tersebut, meskipun menurutnya masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam hubungan dan komunikasi antara para pemimpin yang terlibat dalam perang tersebut.

Putin: Rusia Terus Maju di Medan Tempur

Mengenai perkembangan perang, Putin mengklaim Rusia terus memperoleh kemajuan di medan tempur.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini