TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) membenarkan adanya stafnya yang bernama Imanda Amalia, yang meninggal dunia karena terjebak di tengah kerusuhan saat hendak evakuasi korban dari pihak anti Mubarak, Kamis (3/2/2011) dini hari.
Juru bicara UNRWA Christopher Gunness, kepada Tribunnews.com, Kamis (3/2/3011), mengatakan Imanda meninggal saat hendak menuju base camp. "Imanda meninggal dalam perjalanan menuju base camp," jelasnya.
Imanda, saat pecah kerusuhan antara kelompok masa anti dan pendukung Mubarak di Kairo, berada di dalam ambulans bersama satu sopir dan satu rekan sejawat.
Saat menuju lokasi, Imanda terjebak di kerumunan kerusuhan. "Tiba-tiba ada tembakan dari arah samping, yang diprediksi berasal dari massa pro Mubarak," ungkap juru bicara UNRWA.
Christopher melanjutkan Imanda meninggal dalam perjalanan menuju base camp, sementara sopir dan satu rekannya cedera.
Sebelumnya, diberitakan, organisasi dimana almarhumah bekerja, United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) belum bisa memastikan status kewarganegaraan Imanda.
Juru bicara UNRWA Christopher Gunness, kepada Tribunnews.com, mengungkapkan, pihaknya masih terus mencari data dan fakta tentang petugas lapangan mereka yang meninggal saat bekerja tersebut.
"Kami masih terus mencari file dan kabar terkini. Saya belum melihat langsung jenazah Imanda. Tentang warga negara mana, saya juga belum bisa memastikan apakah dari Indonesia atau Australia. Yang pasti, Imanda sudah bekerja di UNRWA sejak tahun lalu," ucap Christopher.
Tentang Imanda sendiri, Christopher meyakinkan kalau perempuan berusia 28 tahun tersebut adalah staf yang bekerja di kantor perwakilan Gaza.
Kronologi Tewasnya Imanda Versi UNRWA
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan