TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa ia tidak melihat adanya tindakan dari Iran yang dapat dijadikan alasan untuk membenarkan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg saat menjawab pertanyaan mengenai konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
"Saya tidak melihat adanya provokasi dari pihak Iran," kata Putin, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (6/6/2026).
Ia juga mengungkapkan keprihatinan Rusia terhadap memburuknya hubungan antarnegara di Asia Barat akibat perang yang melibatkan AS dan Israel di Iran.
Menurut Putin, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan permusuhan merupakan langkah yang tepat.
"Ini adalah satu-satunya keputusan yang tepat. Kami sangat berharap bahwa gencatan senjata yang saat ini berlaku akan mengarah pada perdamaian jangka panjang," ujar Putin lagi.
Baca juga: Setelah Ajakan Bertemu Ditolak Putin, Zelensky Tuduh Rusia Ogah Hentikan Perang: Kecewa
Putin menambahkan bahwa Rusia siap bekerja sama dengan seluruh pihak yang terlibat guna mempercepat tercapainya penyelesaian damai.
Terkait isu nuklir Iran, Putin menegaskan bahwa usulan Rusia untuk mengekspor uranium yang diperkaya dari Iran masih tetap berada di atas meja perundingan.
"Usulan kami tetap dipertimbangkan, kami tidak memaksakan apa pun."
"Jika pihak-pihak yang terlibat dalam perang sampai pada kesimpulan bahwa ini adalah saran yang baik, silakan, jika tidak, kami hanya akan memantau situasinya," lanjutnya.
Menurut Putin, Rusia saat ini terus menjalin kontak dengan AS, Iran, dan Israel terkait persoalan uranium yang diperkaya Iran.
Ia juga menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki bukti bahwa Teheran sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Meski mengakui bahwa Israel memiliki kekhawatiran mengenai hal tersebut.
Putin menegaskan bahwa Iran memiliki hak untuk mengembangkan program nuklir untuk tujuan damai dan bahwa Rusia terus bekerja sama dengan Teheran dalam bidang tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Putin membantah adanya pasokan senjata Rusia ke Iran.
Baca tanpa iklan