News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerusuhan di Mesir

Oposisi Mesir Alami Deadlock dengan Hosni Mubarak

Penulis: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam wawancaranya dengan wartawan ABC Christiane Amanpour, Presiden Mesir Hosni Mubarak (kiri) menyampaikan kesediaannya untuk segera menyerahkan jabatannya tetapi khawatir tindakannya itu nanti akan memicu kekacauan

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Hosni Mubarak menunda pertemuan dengan kabinet yang baru terbentuk, Senin (7/2/2011) sejak aksi unjuk rasa melawannya tidak menunjukkan perubahan yang berarti terutama dengan rencana pembicaraan dengan pihak oposisi yang menginginkannya lengser dari kursi kepresidenan.

Seperti dilansir Reuters, Mubarak yang menolak mundur sebelum pemilu digelar pada September mendatang berusaha fokus untuk mengembalikan keadaan.

Namun, para pengunjuk rasa yang tetap bertahan di Lapangan Tahrir di pusat kota Kairo, bersumpah tidak akan meninggalkan tempat tersebut sampai Mubarak mundur dan akan terus melakukan aksinya pada hari Selasa dan Jumta, pekan ini.

Kelompok Ikhwanul Muslimin berada di antara kelompok melakukan pertemuan dengan para pejabat pada pekan lalu.Ini sebuah tanda jika terlalu banyak perubahan yang terjadi dalam kurun waktu 13 hari yang mengguncang dunia Arab dan kekuatan negara-negara Barat.

Namun, figur oposisi juga dilaporkan tidak menunjukkan sebuah perubahan yang berarti. Ketika para pengunjuk rasa meminta agar Mubarak segera pergi banyak juga yang khawatr jika si presiden yang berusia 82 tahun ini maka digantikan oleh pihak yang lebih otoriter.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini