TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, kembali
mengingatkan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), yang berada
di Mesir, untuk menjauhi tempat berkumpulnya massa dalam aksi menurunkan
Presiden Mesir, Husni Mubarak.
Hal itu ia katakan, selepas dicokoknya beberapa WNI di Mesir oleh aparat berwenang Mesir, kemarin.
"Saya rasa himbauan Pemerintah masih berlaku, hindari tempat keramaian,
berkumpulnya massa, dan demonstrasi," tutur Marty kepada wartawan di
kantornya, Senin (7/2/2011).
Pihaknya, ujar Marty, mencatat ada dua kejadian dimana WNI ditahan dan diinterogasi oleh pihak berwenang di Mesir.
"Menurut informasi KBRI, ada dua insiden yang melibatkan WNI. 20 Orang
yang dinterogasi, tiga orang dan dibebaskan, satu orang diperiksa 24 jam
lalu dibebaskan," katanya.
Namun, ia menilai, WNI bukanlah merupakan target kelompok tertentu yang tengah bertikai di Mesir.
Bahkan sejak pecahnya konflik berdarah gerakan masa menurunkan Presiden
Mesir, Husni Mubarak, pihaknya melihat ada peningkatan perhatian dan
pengamanan terhadap Warga Negara Asing (WNA), termasuk WNI yang ada
disana.
"Sejak awal kan kita sudah tekankan bahwa WNI, masyarakat Indonesia di
Mesir bukan komunitas yang ditargetkan siapapun juga, karena mereka
dinekal sebaga masyarakat komunitas yang baik dan diterima baik di
Mesir," katanya.
Pemerintah Kembali Ingatkan Jauhi Lokasi Konflik
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan