News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerusuhan di Mesir

Demonstran Mesir: Mubarak Seorang Pencuri

Penulis: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hosni Mubarak

TRIBUNNEWS.COM - Setelah menaruh harapan yang terlalu tinggi dan ternyata dimentahkan oleh Presiden Hosni Mubarak yang menolak menyerahkan kekuasaannya, puluhan ribu warga Mesir kembali memenuhi jalan-jalan di Kairo dan diperkirakan yang terbesar selama 18 hari perlawanan terakhir.

Dikutip Tribunnews.com dari CNN, Jumat (11/2/2011), seluruh mata kini melihat ke militer seperti harapan para demonstran yang bisa meraih momentum setelah salat Jumat berakhir. Di jantung kota Suez, puluhan ribu orang berteriak dan menyebut Mubarak seorang pencuri sembari mengelilingi kantor pusat pemerintahan.

Mereka mengatakan jika pidato Mubarak memberikan sinyal jika ia tidak akan segera mundur dari kursi kepresidenan yang didudukinya selama 30 tahun. Tentara menempatkan pembatas antara halaman kantor pemerintah dan para pengunjuk rasa.

"Personel militer ada di sana bisa menjadi tanda yang baik bagi para pengunjuk rasa," demikian ujar seorang demonstran bernama Sameh Bakri. "Mereka menolong orang-orang untuk menempatkan spanduk di gedung pemerintah dan spanduk itu memiliki 18 martir yang meninggal dalam bentrok terakhir," ujarnya.

Sejumlah analis mengatakan militer bisa memegang peranan penting jika para demonstran membengkak. " Ini akan menciptakan sebuah krisis besar bagi militer Mesir," kata analis dari Stratfor, sebuah lembaga intelijen global, sesaat setelah Mubarak selesai berpidato,Kamis (10/2/2011) malam, waktu setempat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini