TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Aljazair, Kamis (1/12/2011), mengutuk komentar yang dikeluarkan putri Muammar Khadafi, Aisha Khadafi, yang meminta agar rakyat Libya menumbangkan pemerintahan sementara. Demikian diberitakan AFP.
Kementerian Luar Negeri Aljazair memperingatkan Aisha yang dianggap menyalahgunakan kebaikan Aljazair, tempat di mana ia bersembunyi bersama ibu dan dua saudara laki-lakinya dan mendapatkan perlindungan kemanusiaan.
"Kami menyatakan bahwa komentar seperti itu tak bisa diterima dan pada kenyataaannya Aisha Khadafi sudah melanggar kedua kalinya aturan dari keramahan yang diberikan padanya di Aljazair sebagai bentuk dukungan kemanusiaan," demikian disampaikan juru bicara Menteri Luar Negeru Murad Medelci, Amar Belani.
"Keluarga Khadafi diterima di sini dalam kurun waktu terbatas," katanya sembari menambahkan jika ada lagi komentar lainnya maka akan memberikan konsekuensi.
Dalam pesan suara yang disiarkan di stasiun televisi Arrai, yang berbasis di Suriah, Aisha memberikan seruan. "Ayo balas darah yang ditumpahkan oleh para martir. Lawan pemerintahan baru," demikian kata Aisha.
Baca tanpa iklan