News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Perundingan dengan AS Memanas, Negosiator Utama Iran: Teheran Tak Percaya Janji Musuh

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IRAN VS AMERIKA MEMANAS. Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (AS) dari Setav.org

Perundingan dengan AS Memanas, Negosiator Utama Iran: Teheran Tak Percaya Janji Musuh

Ringkasan Berita:

  • Iran menolak menyetujui kesepakatan dengan AS tanpa jaminan perlindungan hak dan kepentingan nasionalnya.
  • Teheran mengaku tidak mempercayai janji Washington, sementara Trump disebut mengajukan syarat yang lebih ketat dalam proposal terbaru.
  • Selain isu nuklir dan aset beku senilai US$12 miliar, Iran juga mendorong agar situasi Lebanon masuk dalam pembahasan kesepakatan.
 

TRIBUNNEWS.COM - Iran menegaskan tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat (AS) sebelum hak-hak rakyat Iran dipastikan terlindungi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, di tengah berlanjutnya pertukaran proposal antara Teheran dan Washington terkait upaya mengakhiri konflik di kawasan.

Baca juga: Negosiasi AS-Iran Mengerucut, Pencairan Dana dan Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Minggu (31/5/2026), Ghalibaf mengatakan para negosiator Iran tidak menaruh kepercayaan pada janji maupun pernyataan yang disampaikan pihak AS.

"Kami tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun sampai benar-benar yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah dipenuhi," ujar Ghalibaf.

Ia menambahkan bahwa tim perunding Iran "tidak mempercayai perkataan maupun janji musuh", menegaskan sikap hati-hati Teheran dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah laporan media AS, termasuk The New York Times dan Axios, menyebut Presiden Donald Trump mengembalikan rancangan kerangka kesepakatan terbaru dengan syarat yang lebih ketat.

Namun, rincian perubahan yang diminta Washington belum dipublikasikan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan dirinya lebih memilih penyelesaian melalui kesepakatan.

"Saya lebih memilih mendapatkan kesepakatan karena kami bisa segera membuka Selat itu setelah penandatanganan. Satu jaminan yang saya miliki adalah tidak akan ada senjata nuklir," kata Trump.

Di sisi lain, media Iran melaporkan kalau Teheran menginginkan pencairan sekitar 12 miliar dolar AS aset yang dibekukan sebelum memasuki negosiasi substantif mengenai program nuklirnya.

Iran juga membantah pernyataan Trump yang sebelumnya menyebut stok uranium yang telah diperkaya akan dimusnahkan sebagai bagian dari kesepakatan.

Teheran menyebut klaim tersebut tidak berdasar dan menegaskan belum ada kesepakatan mengenai hal tersebut.

Selain isu nuklir, Iran disebut menginginkan Lebanon menjadi bagian dari pembahasan dalam kesepakatan mendatang.

Langkah itu dilakukan di tengah berlanjutnya konflik di kawasan serta tudingan Beirut bahwa Israel menjalankan kebijakan "bumi hangus" melalui perluasan operasi militernya terhadap kelompok Hezbollah yang didukung Iran.

Baca juga: Pasukan Israel Pakai Taktik Bumi Hangus di Lebanon: Tanda-Tanda Mau Caplok Wilayah Tetangga

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini