TRIBUNNEWS.COM BEIJING - Pemerintah Cina menyebut Wang Lijun kerja berlebihan dan mengalami stres berat.
Pemerintah Cina menyatakan tengah menyelidiki salah seorang pejabat tinggi polisi yang menghabiskan waktu sehari di konsulat AS.
Dalam laporan media negara Xin Hua disebutkan pejabat polisi bernama Wang Lijun tersebut memasuki konsulat AS di Chengdu hari Senin dan keluar pada keesokan harinya.
Departemen Luar Negeri AS juga telah mengkonfirmasikan kunjungan Wang tersebut, dan menimbulkan dugaan bahwa dia tengah mencari suaka.
Juru bicara departemen luar negeri AS, Victoria Nuland di Washington mengatakan: ''Wang Lijun memang meminta bertemu di konsulat jenderal di Chengdu awal pekan ini. Dia berkunjung ke konsulat dan kemudian meninggalkan konsulat atas kemauannya sendiri''.
Nuland menambahkan bahwa departemen luar negeri tidak membicarakan tentang isu yang berhubungan dengan status pengungsi atau suaka.
Wang Lijun adalah seorang polisi yang mendapat pengakuan secara nasional setelah memelopori pemberantasan kejahatan terorganisir di Chongqing.
Tetapi kebijakannya itu justru membuatnya kehilangan posisinya sebagai wakil walikota dan kepala polisi Chongqing di barat daya Cina.
Sementara itu salah seorang wakil menteri luar negeri Cina, Cui Tiankai menyatakan tindakan Wang Lijun ke konsulat AS sebagai ''insiden tersendiri'' dan telah ditangani.
Dia juga mengatakan bahwa insiden ini tidak akan mempengaruhi kunjungan Wakil Presiden Xi Jinping ke AS .
Baca tanpa iklan