TRIBUNNEWS.COM - Tentara Lebanon dilaporkan telah menarik pasukannya dari kawasan Lebanon selatan tepatnya di wilayah pangkalan militer di Desa Kfar Tebnit pada hari Sabtu (13/6/20260.
Seorang pejabat militer senior Lebanon yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi kepada The Associated Press bahwa pergeseran pasukan dari barak militer tersebut terpaksa dilakukan menyusul pergerakan masuknya pasukan Israel ke wilayah itu.
Dalam waktu yang bersamaan, militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi darurat untuk sekitar 20 lokasi, yang mencakup Kota Nabatiyeh serta sejumlah desa tetangganya.
Agresi Israel ke Lebanon
Kondisi di Lebanon sendiri dilaporkan terus memanas setelah militer Israel terus merangsek.
Kantor Berita Nasional Lebanon mencatat adanya rentetan serangan udara pada hari Sabtu yang menyasar berbagai desa di sekitar Nabatiyeh.
Salah satu serangan mematikan terjadi di wilayah Deir al-Zahrani di mana dua warga setempat ikut jadi korban jiwa.
Selain itu, Kota Nabatiyeh sendiri turut dihujani tembakan artileri Israel di hari yang sama.
Pergerakan pasukan Israel di kawasan Lebanon Selatan ini diyakini sebagai taktik militer untuk merebut dan menguasai Bukit Ali Taher.
Bukit yang berada di pinggiran Kfar Tebnit ini merupakan titik strategis karena posisinya yang tinggi memberikan pandangan luas ke hampir seluruh kawasan Nabatiyeh serta jalur-jalur utama antardesa.
Baca juga: Netanyahu Bujuk Warga Lebanon Gabung Israel Lawan Hizbullah, Perdamaian Jadi Alasan
Sebagai catatan sejarah, militer Israel sebelumnya pernah menduduki Bukit Ali Taher selama 18 tahun hingga pada akhirnya menarik diri dari wilayah Lebanon pada Mei 2000 lalu.
Manuver ini melengkapi operasi militer Israel sebelumnya pada akhir Mei tahun ini, di mana mereka telah merebut pegunungan strategis di dekatnya yang menjadi lokasi peninggalan Kastil Beaufort.
Operasi tersebut tercatat sebagai agresi terdalam Israel ke wilayah Lebanon sejak tahun 2000.
Sinyal Gencatan Senjata
Meskipun eskalasi darat terus berlanjut, agresi Israel di Lebanon ini dikabarkan akan segera berhenti berkat upaya diplomasi internasional.
Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri Pakistan menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran kini telah menyepakati rumusan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah termasuk di Lebanon.
Baca tanpa iklan