TRIBUNNEWS.COM - Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, mengatakan bahwa hampir 7 juta barel minyak per hari kini kembali keluar dari Teluk Persia, atau sekitar setengah dari volume yang sebelumnya terhambat akibat gangguan di Strait of Hormuz. Menurutnya, pemulihan tersebut terjadi berkat bantuan militer AS.
Namun, CEO Chevron, Mike Wirth, membantah angka tersebut dan mengatakan bahwa volume minyak yang keluar masih lebih kecil, meskipun memang terus meningkat.
Mengutip Fortune, arus minyak melalui Selat Hormuz memang mulai meningkat di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Iran, meskipun jumlah pastinya sulit dipastikan.
Pernyataan Wright dianggap lebih optimistis dibanding perkiraan banyak analis pasar energi. Ia mengaitkan perkembangan tersebut dengan intervensi militer Amerika Serikat.
Selain itu, semakin banyak kapal yang mengambil risiko dengan mematikan transponder pelacakan mereka dan berlayar tanpa terdeteksi. Wright dan Wirth menyampaikan pernyataan mereka dalam sebuah acara energi Bloomberg di Houston pada 12 Juni.
Setengah Arus Minyak yang Hilang Mulai Pulih
Pada awal konflik, hampir 20 persen aliran minyak dunia terdampak. Untuk mengurangi gangguan tersebut, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab meningkatkan pengiriman minyak melalui jaringan pipa.
Menurut Wright, kondisi itu masih menyisakan kekurangan sekitar 14 juta barel per hari dibandingkan arus normal minyak mentah dan produk minyak lainnya.
"Aliran saat ini mendekati setengah dari kekurangan tersebut dan terus meningkat," kata Wright.
Ia memperkirakan sekitar 7 juta barel per hari kini sudah kembali mengalir dan jumlahnya terus bertambah.
Namun Wirth mengatakan data yang dimiliki Chevron menunjukkan volume tersebut kemungkinan belum sebesar itu.
Menurutnya, sejumlah kapal memang berhasil keluar dari kawasan Teluk, biasanya pada malam hari dengan transponder dimatikan dan mendapat dukungan perlindungan dari militer AS.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut membantu menstabilkan pasar fisik minyak. Menurutnya, pasar energi menunjukkan kemampuan beradaptasi yang cukup baik untuk menghadapi risiko yang ada.
Baca juga: Klaim Trump Soal Kepastian Damai Ditepis Iran, Ketegangan Militer Meningkat di Hormuz
AS Ingin Minyak Tetap Mengalir
Wright mengatakan pemerintah AS ingin memastikan minyak dari kawasan Teluk tetap mengalir sambil mempertahankan blokade terhadap ekspor minyak Iran hingga tercapai kesepakatan damai.
Ia mengklaim tidak ada minyak Iran yang saat ini berhasil diekspor.
Baca tanpa iklan