Google memang membuat aplikasi tersebut bisa mengelompokkan dan memberi nama album secara otomatis. Mereka melakukannya memakai kecerdasan buatan yang diajari mengenali objek melalui sampel foto.
Singkatnya, jika pengguna mengunggah foto-foto bertema gedung pencakar langit, maka akan menemukan satu album yang diberi nama “Skyscrappers” atau gedung pencakar langit dalam bahasa Inggris.
Menurut Zunger, kekeliruan tersebut terjadi karena fitur facial recognition milik mereka salah menganalisa tone kulit dalam sebuah foto. “Kami juga pernah menemukan orang lain yang keliru di-tag sebagai anjing,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan