News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Film Innocence of Muslims

Pemerintah Mesir Jamin Keamanan Warga As

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi Pasukan kemanan Mesir

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Mesir, Mohammed Morsi, memberi jaminan kepada  Pemerintah AS bahwa pihaknya akan memastikan keamanan dan keselamatan seluruh warganya yang bekerja di kantor Kedutaan Besar AS di Mesir.

Pernyataan itu keluar pasca amukan massa di kantor Kedubes AS di Kairo, Mesir, di hari Rabu, kemarin. Massa marah lantaran film amatir seorang seniman asal Amerika, yang berjudul Innocence of Muslim, yang dinilai telah menghina nabi Muhammad. Mereka membobol masuk ke dalam kantor Kedubes AS, lalu membakar bendera AS yang tengah terpasang.

Mereka kembali menggelar aksi demo di depan kantor Kedubes AS di hari kamis kemarin. Suasana berkembang semakin memanas sehingga bentrok fisik antara demonstran dengan aparat polisi tidak bisa dihindari lagi. Lebih dari 200 orang dilaporkan terluka dalam bentrokan tersebut.

Pihak Kedutaan, dalam sebuah pernyataan Rabu, menyarankan warga AS untuk menghindari tempat berkerumunnya orang banyak di negara yang berpotensi terjadinya tindak kekerasan.

Pihak Gedung Putih mengatakan Presiden Mesir, Mohammed Morsi, telah berbicara melalui telepon dengan Presiden AS, Barack Obama tentang situasi keamanan di Mesir terakhir di tengah meningkatnya sentimen anti-Amerika.

"Presiden Morsi menyampaikan belangsungkawa atas kehilangan tragis Dubes Amerika di Libya dan menekankan bahwa Mesir akan menghormati kewajibannya untuk menjamin keamanan personil Amerika," kata sebuah pernyataan Gedung Putih.

Aksi kemarahan terhadap film Innocence of Muslim, terus melebar, setelah sebelumnya terjadi di Mesir, dan Libya, dan terakhir sempat juga terjadi di Yaman.

Di Libya, Duta Besar Amerika untuk Libya dan tiga staf kedutaan tewas setelah para demonstran menyerbu konsulat Amerika di Benghazi, hari Selasa malam (11/9/2012). (upi.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini