News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Film Innocence of Muslims

Bermodal 100 Donatur Yahudi

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM--Film berjudul "Innocence of Muslims" mengundang protes di berbagai belahan dunia. Dalam film berdurasi dua jam itu Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang penipu, lelaki hidung belang yang lemah dan gemar melakukan pelecehan seksual terhadap anak (pedofil).

Sam Bacile (56), pembuat film itu, melibatkan 59 aktor dan 45 orang kru. Sam adalah warga California, Amerika Serikat (AS) keturunan Yahudi, Israel. Dengan bantuan dari 100 donatur Yahudi, Sam berhasil mengumpulkan dana lima juta dolar AS untuk pembuatan "Innocence of Muslims".

Dalam wawancaranya dengan media, Sam menyatakan sengaja membuat film itu. Menurutnya, dengan film ini, kelemahan Islam dapat diekspos ke seluruh dunia.

Di beberapa negara protes terhadap film 'Innocence of Muslim' telah menyulut aksi unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan, paling parah, aksi protes di Libya memakan korban yaitu tewasnya Dubes AS dan beberapa staf kedutaan.

Pihak berwenang Libya menangkap pelaku penyerangan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), yang menewaskan Duta Besar AS dan tiga orang lainnya. Mohamed al-Magariaf, Kepala Kongres Nasional Libya, mengatakan pihak berwenang menangkap sekitar 50 orang, yang diduga terlibat dalam penyerangan kantor Kedubes AS di Libya seperti diberitakan oleh CNN, Senin (17/9/2012).

"Beberapa dari mereka yang ditangkap adalah orang asing, beberapa dari mereka berasal dari Mali dan Aljazair. Sementara beberapa berafiliasi dengan Al Qaeda atau simpatisan," ujarnya.

Menurutnya, tidak diragukan lagi bahwa serangan fatal di kantor Kedubes AS itu telah direncanakan dan bukan akibat dari aksi demonstrasi anti-Amerika yang terjadi pada hari itu.

"Jelas itu direncanakan oleh orang asing, orang-orang yang memasuki negara itu beberapa bulan yang lalu, dan mereka berencana melakukan tindak pidana ini sejak kedatangan mereka," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini