News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: Ukraina Siapkan Negosiasi Penting dengan Rusia, tapi Masih Rahasia

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZELENSKYY - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara saat menghadiri rapat dengan Parlemen Ukraina pada 21 Mei 2026. (© Press Service Of The President Of Ukraine / YPV.2026). Pada 30 Mei 2026, vZelensky mengungkap Ukraina sedang melakukan upaya negosiasi penting dengan Rusia, tapi masih merahasiakan detailnya.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.558 pada Minggu (31/5/2026).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa pemerintahnya sedang mempersiapkan sejumlah negosiasi penting terkait perang dengan Rusia dan kerja sama pertahanan dengan negara-negara mitra.

Namun, ia belum bersedia membeberkan rincian pembicaraan tersebut kepada publik.

Pernyataan itu disampaikan Zelenskyy setelah menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi Ukraina, termasuk Menteri Pertahanan Rustem Umerov, Kepala Intelijen Militer Kyrylo Budanov, dan Menteri Energi Denys Shmyhal.

"Kami sedang mempersiapkan negosiasi penting, tetapi untuk saat ini belum ada rincian yang bisa disampaikan kepada publik," kata Zelenskyy, Sabtu (30/5/2026) malam.

Menurutnya, Ukraina terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa mengenai penguatan pertahanan udara, kerja sama produksi drone, serta sejumlah perjanjian bilateral di bidang pertahanan.

Salah satu fokus utama dalam beberapa pekan ke depan adalah peningkatan kemampuan pertahanan terhadap rudal balistik dan percepatan kerja sama industri pertahanan dengan Uni Eropa.

Zelenskyy juga mengatakan telah menginstruksikan jajarannya untuk berkomunikasi dengan negara-negara yang dapat membantu proses mediasi pertukaran tahanan antara Ukraina dan Rusia, sesuai kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya.

Selain isu pertahanan, ia mengisyaratkan adanya paket dukungan baru untuk sektor energi Ukraina yang saat ini masih dalam tahap finalisasi.

Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan tetap siap menjadi mediator antara Kyiv dan Moskow, seperti diberitakan Suspilne.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Washington akan terus mendukung proses perundingan selama masih terdapat peluang dialog yang "konstruktif dan produktif."

Baca juga: Perang Makin Dekat ke NATO, Drone Rusia Hantam Apartemen Lukai Warga Sipil di Rumania

AS Pelajari Teknologi Drone Ukraina, Siapkan Investasi Besar untuk Perang Masa Depan

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan bahwa Amerika Serikat banyak mempelajari pengalaman Ukraina dalam menggunakan drone di medan perang.

Menurutnya, keberhasilan Ukraina menunjukkan bahwa keunggulan tidak hanya ditentukan oleh teknologi canggih, tetapi juga kemampuan memproduksi dan mengembangkan drone dengan cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

Berbicara dalam KTT keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, Hegseth mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump berencana mengalokasikan dana sekitar US$56 miliar dalam anggaran tahun 2027 untuk memperkuat dominasi AS di bidang teknologi drone.

"Apa yang kami pelajari dari Ukraina adalah pentingnya kemampuan memperbesar produksi dan beradaptasi dengan cepat. Teknologi drone berubah dari minggu ke minggu," ujar Hegseth.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini