News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Film Innocence of Muslims

Dubes AS Sempat Jadi Target Alqaeda Sebelum Dibunuh

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kaca depan sebuah mobil pemadam kebakaran hancur, akibat bentrokan pengunjukrasa yang menamakan diri Forum Umat Islam (FUI) beratribut Front Pembela Islam (FPI) dengan aparat kepolisian, di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2012). Unjuk rasa ini untuk memprotes film Innocence of Muslims.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam bulan-bulan menjelang kematiannya, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Libya Chris Stevens, masuk daftar target teror kelompok Alqaeda.

Badan intelijen AS CIA sedang menyelidiki laporan tersebut. Namun, menurut Direktur Pusat Kontra-Terorisme Nasional AS Matthew Olsen, Stevens dan dua anggota tim keamanannya tewas akibat aksi demonstrasi.

"Saya akan mengatakan, ya, mereka dibunuh dalam proses serangan teroris di kedutaan kami," kata Olsen pada sidang Senat Homeland Security, dikutip dari CNN, Kamis (20/9/2012).

Duta Besar Amerika untuk Libya dan tiga staf kedutaan tewas setelah para demonstran menyerbu Konsulat AS di Benghazi, Selasa (11/9/2012) malam.

Para pejabat AS mengatakan, gedung konsulat di Libya ditembaki sekitar pukul 22.00 waktu setempat pada Selasa malam, dan gedung utama langsung terbakar.

Tiga orang warga AS lainnya tewas, termasuk Sean Smith, seorang pegawai Departemen Luar Negeri, dalam serangan yang disebut Gedung Putih sebagai serangan 'kompleks'.

Pasukan Libya dan AS berusaha merebut kembali gedung itu beberapa kali, tapi baru berhasil pada Rabu pagi pukul 02.00 waktu setempat.

Smith ditemukan meninggal dunia dalam gedung. Sedangkan berdasarkan sejumlah laporan yang belum bisa dikonfirmasi, termasuk pernyataan dari pejabat Arab pada BBC, kekerasan itu kemungkinan sudah direncanakan.

Ada pula laporan yang mengatakan bahwa milisi yang dikenal dengan brigade Ansar al-Sharia terlibat, tapi kelompok itu telah membantah keterlibatan mereka, seperti dilaporkan wartawan BBC Rana Jawad di Tripoli. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini