News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Film Innocence of Muslims

Gedung Putih: Serangan Konsulat AS di Libya Aksi Teroris

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjukrasa yang menamakan diri Forum Umat Islam (FUI) dengan atribut Front Pembela Islam (FPI) bentrok dengan aparat kepolisian di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2012). Unjukrasa ini untuk memprotes film yang menjelekkan Islam berjudul Innocence of Muslims yang dibuat di Amerika Serikat. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istana Kepresidenan Amerika Serikat (AS), Gedung Putih di hari, Kamis (20/9/2012), waktu setempat, menyatakan bahwa serangan terhadap konsulat AS di kota Benghazi, Libya yang menewaskan empat warga mereka, merupakan aksi teroris.

"Saya pikir, jelas bahwa apa yang terjadi di Benghazi adalah serangan teroris," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, seperti diberitakan oleh Xinhua, Jumat (21/9/2012).

"Kedutaan kami diserang, dan hasilnya adalah kematian empat pejabat Amerika," lanjutnya.

Terbunuhnya, Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga stafnya pada malam 11 September 2012, sangat mengejutkan negeri Paman Sam.

Serangan itu menurut Jay dibuat dan disekenario serapih mungkin bahwa itu merupakan aksi kemarahan massa yang tak terbendung akibat film buatan sutradara asal AS, Sam Bacile, yang menghina Nabi Muhammad.

Mengutip pendapat Direktur Pusat Kontra-Terorisme Nasional AS,  Matthew Olsen, yang dibeberkan dalam sidang Komite Senat Keamanan Dalam Negeri, baru-baru ini, Jay mengatakan bahwa terdapat indikasi keterlibatan kelompok ekstremis dalam serangan itu.

"Termasuk al-Qaeda dan afiliasi kelompok itu di Maghreb," tuturnya.

Ia mencontohkan Olsen mengatakan bahwa serangan, meskipun tidak dikonfirmasi sebagai serangan yang direncanakan hingga saat ini, namun memanfaatkan kesempatan yang ada, dan mengambil keuntungan dari aksi demonstrasi warga atas film Innocence of Muslims.

Klik:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini