News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Interfaith Serukan Myanmar Beri Rasa Aman ke Komunitas Islam dan Buddha

Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penduduk Muslim yang berada di kamp pengungsi akibat kerusuhan di Meiktila, Myanmar, 22 Maret 2013.

TRIBUNNEWS.COM, YANGON -Sejumlah tokoh agama Buddha dan Islam di Myanmar, menyerukan kepada umatnya untuk tenang, dan mengakhiri kekerasan sekterian yang terjadi di pusat Myanmar selama tiga hari terakhir dan mendesak pemerintah meningkatkan keamanan bagi kedua komunitas.

Kekerasan sekterian di kota Meiktila, Myanmar telah menewaskan sedikitnya 32 orang dan menyebabkan sekitar 9.000 orang mengungsi. Demikian dilansir Tribunnews.com yang dikutip dari asiaone.com.

Organisasi Persahabatan Interfaith meminta pemerintah untuk membuat rencana keamanan yang efektif terhadap warganya, dan memberikan keamanan kepada komunitas Islam, dan Buddha.

Pernyataan itu ditandatangani oleh perwakilan tokoh Buddha Myanmar, dan tokoh Islam Myanmar. Dalam kesempatan yang sama mereka menyerukan kepada umatnya untuk menjaga keharmonisan masyarakat dengan cinta dan kebaikan.

Inilah pertamakalinya pihak perwakilan dari dua komunitas agama yang berseteru di Myanmar berbicara di muka publik sejak kerusuhan melanda Meiktila, 130 kilometer (80 mil) utara ibukota Naypyidaw, Rabu lalu.

Bentrokan tersebut adalah insiden terbaru antara dua komunitas tersebut, setelah sebelumnya terjadi di negara bagian Rakhine tahun lalu yang menewaskan sedikitnya 180 orang dan membuat 110 ribu orang mengungsi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini