News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

AS Kembali Serang Iran, CENTCOM Klaim Tindakan Bela Diri Setelah Helikopter Ditembak Jatuh

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan serangan balasan terhadap Iran pada Rabu dini hari ini (10/6/2026). 

Tindakan ini merupakan buntut dari insiden penembakan jatuh helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan perairan regional Timur Tengah.

Serangan Balasan AS

Adapun serangan ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden AS Donald Trump sebelumnya yang mengungkapkan bahwa sebuah helikopter militer Apache telah ditembak jatuh saat sedang melakukan patroli di atas Selat Hormuz.

Berdasarkan indikasi awal dari pejabat AS, helikopter tersebut diyakini dijatuhkan oleh pesawat tak berawak (drone) milik Iran.

Militer AS pun langsung mengambil langkah tegas aksi serangan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh CENTCOM melalui akun resmi mereka platform X (sebelumnya Twitter).

"Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) mulai meluncurkan serangan bela diri terhadap Iran pada pukul 17.00 ET (04.00 WIB) hari ini atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai tanggapan atas penembakan jatuh helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin. Misi ini adalah respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," ungkap CENTCOM

Baca juga: Gencatan Senjata Rapuh Iran-Israel, Timur Tengah di Persimpangan Perang Besar

Presiden Trump juga membenarkan kejadian ini melalui unggahannya di media sosial Truth Social setelah mendapat pengarahan dari pihak militer.

"Pihak Iran menembak jatuh salah satu Helikopter Apache kami yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz," tulis sang presiden.

"Ada dua pilot yang terlibat, keduanya selamat dan tidak terluka," tegas Trump.

Trump juga menegaskan langkah balasan ke Iran ini terpaksa harus ia ambil.

"Karena suatu keharusan, Amerika Serikat harus merespons serangan ini." tegas Trump.

Proses evakuasi kedua awak helikopter yang jatuh di lepas pantai Oman tersebut juga mencetak sejarah baru bagi pasukan Amerika.

Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya AS menggunakan drone untuk melakukan evakuasi prajurit mereka.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini