News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Oposisi tuding ada kecurangan di Pemilu Malaysia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aliansi oposisi, Pakatan Rakyat menuding terjadi banyak kecurangan sebelum dan selama pemilu di Malaysia.

Pemimpin aliansi oposisi, Anwar Ibrahim menyampaikan tudingan itu tidak lama setelah hasil sementara yang menunjukan kemenangan partai berkuasa, Barisan Nasional diketahui tengah malam tadi.

Hasil sementara hingga tengah malam tadi memperlihatkan koalisi partai penguasa itu meraih 126 kursi melebihi batas minimum 112 kursi dari 222 kursi parlemen yang diperebutkan, sementara aliansi oposisi Pakatan Rakyat, memperoleh 77 kursi.

Anwar dalam pernyataannya kepada media menuding otoritas penyelenggara pemilu melakukan kecurangan yang luas dan mempengaruhi hasil pemilu kali ini.

"Ini adalah pemilu yang menurut pertimbangan kami berlangsung curang dan komisi pemilihan umum telah gagal," kata Anwar dalam konfrensi pers yang berlangsung selepas tengah malam tadi.

Tinta pemilu

Tuduhan kecurangan ini telah muncul ke permukaan sebelum pemilu berlangsung.

Sejumlah pemilih mengatakan kepada BBC News bahwa tinta pemilu yang digunakan cukup mudah dibersihkan padahal daya tahan tinta tersebut harusnya mencapai beberapa hari untuk menandai apakah seseorang sudah memberikan hak suaranya atau belum.

Kelompok oposisi juga menuding pemerintah membiayai sejumlah pendukungnya untuk terbang ke beberapa daerah pemilihan strategis.

Tudingan terakhir telah tegas dibantah oleh pemerintah.

Laporan kecurangan lainnya disampaikan oleh lembaga independen pemantau hasil pemilu, Merdeka Center, mereka juga mendapatkan laporan yang belum bisa dikonfirmasi soal adanya sejumlah warga asing yang diberikan identitas baru dan diperkenankan untuk memilih.

Sementara itu Human Rights Watch mengatakan ada sejumlah rencana yang sengaja disusun untuk melawan media independen menjelang pemilu.

Laporan mengatakan kebanyakan media yang terbit secara konvensional di Malaysia mempunyai keterkaitan dengan pemerintah sehingga partai oposisi mengandalkan media di internet untuk menyampaikan pesan mereka.

Pesan Najib

Wartawan BBC Indonesia di Kuala Lumpur, Liston Siregar melaporkan Perdana Menteri Najib Razak yang sudah menyampaikan pidato atas kemenagan Barisan Nasional mengatakan perlunya rekonsiliasi nasional setelah ketegangan selama pemilihan umum yang disebut sebagai yang paling ketat sepanjang sejarah Malaysia.

Warga dilaporkan antusias dalam memberikan hak suaranya pada pemilu kali ini.

"Kami harus menunjukkan kepada dunia internasional bawah Malaysia memiliki demokrasi yang dewasa dan keputusan rakyat harus dihormati," katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini