Mantan Perdana Menteri (PM) Australia, Bob Hawke mengaku dirinya sedih mendengar kritik dari mantan Menteri Keuangannya, Paul Keating, mengenai dirinya ketika menjabat dulu. Persaingan terkenal di kalangan internal Partai Buruh ini terungkap kembali menyusul dirilisnya catatan kabinet dari tahun 1986 dan 1987.
Catatan rahasia itu berisi rincian pergulatan di kalangan pemerintahan Bob Hawke ketika menghadapi tekanan krisis ekonomi dan kecemasan mengenai hubungan dengan Indonesia.
Catatan itu memang tidak mencakup ketegangan kepemimpinan antara Keating dan Hawke, namun rivalritas itu justru terungkap dalam wawancara Hawke dengan ABC setelah penerbitan dokumen tersebut.
"Menyedihkan sekali ketika harus menjelaskan kembali segala sesuatunya, saya tidak tahu mengapa ia (Keating, red) berpikir ia harus melakukannya," kata Hawke.
"Semuanya sudah jelas dari setiap dokumen catatan publik yang ada siapa yang mengendalikan pemerintahan dari akhir tahun 1984," kata Hawke kepada ABC.
"Tanyakan saja kepada orang-orang di Australia, mereka terus memilih saya," tegas Hawke.
Komentar Hawke ini diungkapkan menanggapi pernyataan Keating mengenai mantan bosnya dalam serangkaian film dokumenter terbaru yang ditayangkan stasiun TV ABC.
Dalam film dokumenter yang terdiri dari 4 serial ini, Keating mengatakan kalau dirinyalah yang mengendalikan pemerintahan Hawke dan menyelenggarakan Pemilu pada tahun1987.
Keating mengatakan Hawke tidak pernah bermaksud menyerahkan jabatan Perdana Menteri.
"Pada akhirnya saya harus menyingkirkan Hawke. Dan akhirnya saya memang menyingkirkannya (dengan menjadi Ketua Partai Buruh dalam Pemilu Internal Partai Buruh dan resmi diangkat sebagai Perdana Menteri Australia menggantikan Bob Hawke pada 1991,red),” kata Keating kepada reporter Kerry O'Brien.
Meskipun berbeda pendapat keduanya saling mengungkapkan pujian dan mengakui pencapaian politik masing-masing.
"Kontribusi Keating kepada saya dan kolega kami sangat bagus untuk Australia dan saya berterima kasih kepadanya, “ kata Hawke.
Dokumen ungkapkan tantangan ekonomi
Dokumen kabinet itu dirilis oleh Arsip Nasional. Dari dokumen itu terungkap saran-saran yang pernah diberikan kepada kabinet saat jatuhnya nilai tukar Dolar Australia.
Gara-gara jatuhnya kurs Dolar Australia, Hawke dan kabinetnya menghadapi anjloknya perdagangan Australia, Menteri Keuangan yang ambisius, Paul Keating, berperan mengendalikan tekanan itu pada tahun 1986 dengan menerbitkan sejumlah kebijakan.
"Australia hanya akan berakhir menjadi negara dengan ekonomi tingkat ketiga, sebuah republik pisang," kata Paul dalam pernyataannya ketika itu.
Komentar itu mengejutkan seluruh kabinet termasuk PM Hawke. Namun dalam wawancara dengan ABC, Hawke memuji langkah itu.
Baca tanpa iklan