"Saya selalu berpandangan bahwa bagian penting dari manajemen ekonomi yang masuk akal adalah bahwa penduduk sebuah negara harus memahami fakta dan tantangan ekonomi yang dihadapi negaranya dan ini adalah cara yang cukup dramatis untuk melakukan itu," katanya.
Pemerintah juga menghadapi krisis mata uang.
Dokumen-dokumen rahasia itu menunjukkan bagaimana di dalam kabinet, Keating memberlakukan kebijakan pengetatan pengeluaran anggaran dan mengontrol ketat peminjaman.
Menteri Kabinet Gareth Evans ingat bagaimana situasi ketika itu.
"Jajaran kabinet ketika itu tengah duduk bersama dengan Keating yang membaca laporan mengenai jatuhnya nilai mata uang dolar,” katanya.
"Ketika itu kami sadar kalau kami harus membatalkan anggaran dan menyusun ulang kembali,” katanya.
Keprihatinan seputar hubungan dengan Indonesia
Kabinet Hawke memprioritaskan hubungan dengan China, Jepang dan Indonesia.
Sejarawan Jim Stokes yang membuat tulisan mengenai Indonesia berdasarkan dokumen-dokumen rahasia mengatakan sikap negatif dan kecurigaan yang terjadi di kedua kubu pemerintahan baik Indonesia maupun Australia dipicu oleh laporan media, persoalan hak asasi manusia dan Timor Timur.
"Kabinet sepakat bahwa Australia harus mengupayakan hubungan baik dengan Indonesia di semua tingkat tapi menghindari melakukan upaya yang tidak proporsional mengingat Indonesia berasumsi anggung jawab atas hubungan bilateral yang sukses terletak di pihak Australia," katanya.
Hawke mengatakan kabinetnya memahami pentingnya memperbaiki hubungan Australia dengan negara tetangganya.
"Saya selalu memahami kalau upaya Australia untuk memiliki hubungan yang hangat dan erat dengan Indonesia tidak mudah, karena ada banyak perbedaan di lingkungan politik dan budaya diantara Indonesia dan Australia,” katanya.
"Sangat jelas kalau Indonesia hendak menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dan kita harus memiliki hubungan yang baik dengannya,” kata Hawke.
Di masa Hawke, Australia juga menjatuhkan sanksi terhadap Afrika Selatan.
Laporan dokumen rahasia kabinet Hawke era 1986-1987 ini juga mengungkapkan kalau perpecahan di kalangan pemerintahan oposisi mendukung keberhasilan Buruh pada Pemilihan pembubaran ganda pada tahun 1987, termasuk mendukung terpilihnya Menteri Utama Queensland, Bjelke-Petersen sebagai pemimpin oposisi federal.
Baca tanpa iklan