News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pria Arab Saudi Simpan Kertas Sontekan Dalam Telinga Selama 20 Tahun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pria Arab Saudi menemukan kertas sontekan yang digunakan 20 tahun lalu masih tersumpal dalam telinganya setelah merasakan sakit dalam beberapa hari terakhir ini.

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Seorang pria Arab Saudi, menemukan hal tak terduga di dalam telinganya. Pria itu, menemukan kertas sontekan yang dia gunakan di sekolah, 20 tahun silam.

Harian Saudi, Al Jazirah terbitan Minggu (8/2/2014), mengabarkan bahwa pria yang tak disebutkan namanya itu merasakan sakit yang mengganggu di telinganya sepanjang pekan lalu.

"Dia lulus dari universitas, menikah dan memiliki anak-anak. Namun, dia melupakan kertas sontekan yang dia sumpalkan di dalam telinganya," demikian Al Jazirah.

Rasa sakit itu terasa tak hanya di telinganya, tetapi menjalar hingga ke lehernya. Pada awalnya, pria itu mengira terdapat kotoran di dalam telinganya sehingga mengakibatkan rasa sakit itu.

"Saat semakin tua, dia mulai merasakan sakit di telinganya. Dia kemudian pergi ke dokter untuk memeriksakan telinganya itu," lanjut Al Jazirah.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan penyebab rasa sakit tersebut. Selembar kertas sontekan tersumpal di dalam lubang telinga pria itu.

Setelah dikeluarkan, rasa sakit di telinga pria itu berangsur hilang. Kejadian itu, membuat pria tersebut meminta agar anak-anak dan semua pelajar tidak meniru jejaknya, yaitu menyontek di sekolah.

Menurut Al Jazirah, kertas sontekan itu memang membantu pria tersebut lulus ujian sekolah menengah sebelum mendaftar ke universitas. Namun, pria itu sama sekali tidak bangga dengan perbuatannya itu.

"Pria itu menyimpan kertas contekannya dan menasihati anak-anaknya agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang telah diperbuatnya," kata Al Jazirah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini