News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Setelah di Australia, Pabrik Rokok Marlboro Juga Tutup di Belanda

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah menutup pabriknya di Australia dan melakukan PHK massal, produsen rokok Philip Morris pun melakukan hal serupa di Belanda.

Produsen rokok merek Marlboro itu dilaporkan menutup pabriknya di Bergen op Zoom, West Brabant, Belanda. Setidaknya 1.230 pekerja terpaksa dirumahkan. Philip Morris akan benar-benar menghentikan produksi rokoknya di Belanda dan hanya menyisakan sebagian kecil pegawai di bagian penjualan dan pemasaran.

Perusahaan itu berencana hengkang dari Belanda per 1 Oktober 2014. Menurut keterangan resmi perseroan, produsen rokok itu terhantam keras akibat krisis. Penjualan rokok menurun tajam sebesar 20 persen, begitu juga dengan ekspor.

Rokok filter mati-matian bersaing dengan tembakau murah dan rokok ilegal. Di luar goncangan ekonomi dan penurunan jumlah perokok, Philip Morris pun menyalahkan penurunan penjualan secara signifikan dan kebijakan regulator.

Pabrik di Bergen op Zoom mempekerjakan setidaknya 1.400 pekerja dan merupakan salah satu pabrik terbesar. Tahun lalu Philip Morris memproduksi 75 juta batang rokok merek Marlboro dan Chesterfield di pabrik itu. Dari pabrik di Belanda ini, perseroan mengekspor rokok ke pasar Eropa dan Jepang.

Mengutip data Bloomberg sejumlah negara berkembang seperti Brasil, Rusia, India, China dan Indonesia menjadi pangsa pasar penjualan rokok dengan porsi mencapai sebesar 56 persen dari total konsumsi rokok dunia. Penjualan global mencapai 3,3 triliun batang rokok di tahun 2012. Di tahun 2007, penjualan rokok mencapai 2,95 triliun. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini