News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Pintu Kereta Api di Jepang Paling Banyak Terjadi pada Lansia

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kakek meninggal ditabrak kereta api di pintu penyeberangan persimpangan kereta api dari jalur Yokosuka kereta api JR di Shinagawa-ku, Tokyo, 5 Juni 2014.

Laporan Richard Susilo, Koresponden Tribunnews.com di Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kecelakaan di pintu persimpangan kereta api di Jepang ternyata paling banyak (49,7 persen) adalah orangtua dengan usia 60 tahun ke atas. Sebuah contoh adalah seorang kakek tanggal 5 Juni lalu meninggal di daerah Shinagawa-ku, Tokyo di sebuah persimpangan jalan kereta api.

Dari 902 kecelakaan di pintu kereta api, paling banyak dialami kalangan usia lanjut usia. Lalu usia 40-59 tahun (24,3 persen), usia 20-39 tahun (17,7 persen) dan sisanya adalah anak muda dan anak-anak.

Kalangan polisi Jepang saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan pengamanan di persimpangan kereta api tersebut dengan berbagai hal. Misalnya memperbanyak tanda dan tulisan berbahaya di dekat persimpangan tersebut sehingga orang sejak jauh sudah mulai hati-hati.

Bagi yang menggunakan kursi roda menggunakan sensor sehingga saat dekat pintu kereta api ada bunyi-bunyian menyadarkan orang yang menggunakan kursi roda agar lebih hati-hati dalam menyeberang jalan.

Kemudian daerah persimpangan kereta api akan dibuat lebih terang lagi sehingga semua orang terutama lansia yang agak buram melihat sekitar, dapat lebih jelas lagi melihat persimpangan meskipun malam hari.

Hal yang keempat dengan penggunaan warna-warna dan sangat mentereng sehingga orang yang berada di sana bisa disadarkan segera akan bahaya di hadapan kita kalau melihat warna-warni tersebut.

Hal-hal tersebut dirapatkan sangat serius khusus oleh pihak kepolisian tanggal 3 Juni lalu dan akan diajukan ke pemerintah pusat agar dijadikan peraturan dan perbaikan di sekitar persimpangan kereta api.

Menjadi masalah menurut beberapa pengamat adalah apakah upaya itu tidak pemborosan uang pajak rakyat, karena pasti akan banyak yang menentang apabila hal tersebut disetujui, karena jumlah persimpangan kereta api yang ada di Jepang sangat banyak. Menurut data Kementerian Transportasi Jepang tahun 2007, ada sekitar 36.000 lokasi tempat penyeberangan kereta api di Jepang.

Bisa dibayangkan berapa anggaran dibutuhkan apabila semua dipasangkan sensor dan berbagai tanda lampu serta warna-warni agar perhatian orang yang lewat semakin tinggi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini