TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran secara terbuka memperingatkan warga Israel utara untuk segera mengungsi apabila Israel benar-benar melancarkan serangan besar ke Beirut dan wilayah Lebanon.
Peringatan keras itu disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran pada Senin (2/6/2026) yang disiarkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Dalam pernyataannya, Iran meminta warga Israel utara dan kawasan permukiman militer segera meninggalkan wilayah tersebut apabila ingin menghindari bahaya yang mungkin terjadi jika konflik terus meningkat.
Peringatan Iran muncul setelah pemerintah Israel sebelumnya mengeluarkan ancaman serangan terhadap Beirut selatan yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.
Markas militer Iran menyebut setiap serangan baru Israel terhadap Lebanon maupun Gaza akan dianggap sebagai pelanggaran garis merah dan ancaman langsung terhadap keamanan nasional Iran serta kelompok-kelompok sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Melalui unggahan resmi di platform X, Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menegaskan bahwa Teheran siap merespons setiap eskalasi Israel melalui operasi defensif yang lebih luas.
Iran bahkan mengancam akan membuka front konflik baru apabila Israel terus meningkatkan operasi militernya di Lebanon.
“Siapa menabur angin akan menuai badai,” demikian pernyataan IRGC dalam unggahan tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa konflik Israel-Hizbullah kini berpotensi berkembang menjadi konfrontasi regional yang melibatkan Iran secara lebih langsung.
Iran Ancam Blokir Selat Hormuz
Tak hanya mengeluarkan ancaman militer, Iran juga kembali menegaskan rencana untuk memblokir Selat Hormuz apabila konflik terus meluas.
Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran dan negaranya tidak akan membiarkan blokade laut berlangsung berkepanjangan.
Ancaman tersebut memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis utama distribusi energi dunia.
Baca juga: Israel Bikin Negosiasi Damai Iran dan AS Mandek, Serangan di Lebanon Buat Teheran Marah
Sebelum konflik meningkat, sekitar seperlima pasokan minyak dunia diketahui melewati kawasan tersebut setiap harinya.
Selain Hormuz, Iran dan sekutunya juga disebut mempertimbangkan pengaktifan tekanan di Selat Bab al-Mandab dekat Laut Merah, wilayah yang sebelumnya sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi Yaman terhadap kapal-kapal internasional.
Situasi ini berpotensi mengganggu jalur perdagangan global dan kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Baca tanpa iklan