News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banyak Perusahaan Pakai Nama Bali, Tipu Pelanggan di Australia

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tari Bali: Luh Juwita (18) bawakan tarian Bali pada Mangrove Festival di halaman Auditorium Undip, jalan Imam Barjo, Kota Semarang, Jateng, Rabu (12/6/2013). Festival yang diikuti berbagai komunitas dan elemen peduli lingkungan ini untuk mengkampanyekan pentingnya penghijauan untuk kehidupan manusia. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)

TRIBUNNEWS.COM- Daya tarik Bali bagi warga Australia, rupa-rupanya banyak disalahgunakan oleh oknum untuk mengeruk keutungan dengan cara tidak benar. Kini, paling tidak dua perusahaan pengelola perkawinan (WO) di Australia yang memakai nama Bali, diduga keras menipu pelanggannya.

Kedua perusahaan itu adalah Bali D'Luxe dan Bali Indulgence, yang kini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian di Australia Barat.

Menurut penyelidikan polisi, sejumlah pasangan yang menjadi konsumen Bali D'Luxe mengalami kerugian total sekitar 212 ribu dolar atau lebih dari Rp 2 miliar.

Komisi Perlindungan Konsumen Australia Barat menyatakan menerima 10 laporan dari konsumen yang mengaku kehilangan uang setelah berhubungan dengan Bali D'Luxe.

Salah seorang di antaranya adalah Claire dari Melbourne dan tunangannya orang Amerika. Ia mengaku menggunakan jasa perusahaan wedding organiser (WO) ini untuk pernikahan mereka di Bali, bulan Mei.

Claire mengaku kehilangan uang deposit sebesar 13 ribu dolar.

"Saya mendengar empat pasangan lainnya, semuanya orang Australia, yang mengaku kehilangan 3000 dolar dan 25 ribu dolar,' katanya kepada ABC.

"Catherine awalnya baik saja, saya berhubungan dengan dia melalui Skype, dan sama-sama merencanakan pernikahan saya. Kami sudah mengirim dana 50 persen bulan Juli lalu," kata Claire. Catherine yang ia maksud adalah pengelola Bali D'Luxe.

"Pernikahan saya baru akan berlangsung Mei tahun depan, tapi saya ingin mengedarkan udangan sekarang, jdi saya email dia. Tapi tidak ada jawaban," kata Claire.

"Setelah saya cari tahu, perasaan saya mulai khawatir karena ternyata dia sudah menutup perusahaannya," katanya. "Ternyata dia banyak berutang kepada vendor."

Hal serupa dialami Vanessa dari Canberra yang melakukan pernikahannya September lalu.

Ia mengaku biaya yang dibayarkan ke Bali D'Luxe mencapai 16 ribu dolar, namun sekitar 5.500 dolar di antaranya tidak pernah disalurkan.

Misalnya, biaya fotografer sebesar 2 ribu dolar ternyata tidak dibayar.

Ia juga mengaku bunga yang diperlukan dalam upacara pernikahan tidak dikirim hingga menit terakhir. "Tidak ada sound system serta dekorasi," katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini