News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Di Darwin, Lagi Tren Jenggot Bertema Cuaca

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Glenn Watt mencukur jenggotnya dengan tema prakiraan cuaca Kemungkinan badai di sore hari untuk menghormati musim hujan di Kota Darwin.

TRIBUNNEWS.COM, DARWIN - Pola cuaca di Darwin, Australia, mendapat penghormatan oleh tren yang sedang berkembang dikalangan pria di WIlayah Utara yang membentuk jenggot mereka dengan rancangan yang terinspirasi oleh pola musim di Darwin.

Tren jenggot bertema cuaca ini pertama kali dimulai oleh seorang pemandu memancing ikan, Glenn Watt yang kemudian diikuti sejumlah temannya setelah badai Carlos menghantam Wilayah Utara pada awal tahun 2011 lalu.
 
"Saya mendapat ide awalnya ketika sedang duduk dan minum bir bersama teman-teman,” tutur Watt.
 
Beberapa hari kemudian dia muncul dengan jenggot berbentuk lingkaran yang dimulai dari bawah daun telinganya dan terus memutar hingga mencapai bibir bagian bawahnya.

Sejak saat itu Watt dan teman-temannya terus muncul dengan beragam bentuk pola badai pada jenggot mereka.

Agustus lalu, Watt tampil dengan desain jenggot bertema cuaca baru yang terinspirasi dengan angin tenggara yang terkenal pada musim kering di Wilayah Utara.

Jenggot berbentuk asimetris ini diberi nama "The Sou'easter" yang menampilkan tiupan angin yang bermula dari di sisi kiri dagu hingga ke lehernya.

Watt mengakui desain jenggotnya ini seperti orang yang diolesi selai kacang. Dia juga menerima komentar beragam di akun media sosialnya. Ada yang memujinya sebagai ‘mahakarya’ tapi ada juga yang berkomentar miring “Anda seperti orang pilek yang habis naik motor trail".

Pujian mahakarya hingga ditinggal isteri yang marah  Watt mengaku desain jenggotnya yang terinspirasi oleh pola cuaca tahunan maupun musiman di Kota Darwin, tidak selalu mendapat respon positif.
 
Nelayan yang lahir di Victoria ini bertutur suatu ketika dirinya men desain jenggotnya yang hendak menggambarkan prakiraan cuaca harian di musim hujan yakni "berawan dengan peluang badai sore".

Idenya itu berakhir dengan wajah yang dipenuhi sejumput jenggot yang tersebar tak beraturan dengan maksud hendak meniru awan yang tersebat di langit.

"Aku tidak bisa melihat diriku di cermin," kata Watt.

"Anjing saya tidak mau datang menghampiri saya, anak bayi saya menangis setiap kali melihat saya dan isteri saya pergi karena marah dan mengancam baru akan pulang jika saya sudah menghapus jenggot tersebut,” kisah Watt.

Jenggot rancangan dia itu hanya bertahan beberapa jam saja, sebelum akhirnya Watt mengakui bentuk jenggotnya sangat mengerikan dan langsung mencukurnya hingga bersih.
 
Salah satu rekannya yang aktif mengikuti jejaknya berkreasi dengan jenggot bertema cuaca adalah Dave Krantz.

Ia pertama membentuk jenggot cuaca pada awal tahun 2013 setelah melihat bentuk jenggott Watt di media sosial.

Krantz juga pernah merancang bentuk jenggot yang tidak bertema cuaca, seperti kreasi tiga cabang yangterinspirasi dari jaringan ternak sapi di Wilayah Utara.

Krantz mengaku menikmati pengalaman menghibur anggota keluarga dan temannya yang melihat bentuk jenggot kreasinya.

"Anda hanya perlu membeli lotion cukur, menurut saya ini pengalaman yang setidaknya harus dilakukan sekali dalam hidup Anda,”

 Baik Watt dan Krantz mengaku tidak tahu sampai kapan mereka akan terus merancang bentuk jenggot cuaca mereka.  

Dalam program 105.7 ABC Darwin, acara memancing itu menampilkan sejumlah foto pria dengan jenggot berbentuk badai yang bukan berasal dari lingkaran teman Watt yang menunjukkan tren jenggot bertema cuaca mereka mungkin sudah menyebar lebih jauh.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini