Pengadilan Turki sudah membebaskan seorang remaja 16 tahun yang sempat ditangkap karena menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Namun murid tersebut masih akan diadili dan jika terbukti bersalah terancam hukuman penjara maksimal empat tahun.
Dia ditangkap karena menuduh Presiden Erdogan dan partai pemerintah Partai AK korupsi ketika membacakan sebuah pernyataan dalam acara peringatan pembunuhan seorang tentara Turki oleh militan Islam pada tahun 1920-an.
Pembebasannya ditempuh setelah pengadilan mengabulkan permintaan pengacaranya.
Undang-undang Turki melarang penghinaan atas presiden namun penangkapan remaja tersebut memicu kecaman meluas karena sejumlah pihak menuduh pemerintah berupaya untuk membungkam para pengkritiknya.
Bagaimanapun Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menegaskan kantor presiden perlu dihormati.
Pertengahan Desember, kepolisian Turki menangkap sekurang-kurangnya 23 orang dalam razia yang dilakukan terhadap sebuah surat kabar dan stasiun TV yang memiliki hubungan erat dengan ulama Islam yang berbasis di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, yang merupakan saingan Erdogan.
Baca tanpa iklan