News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pernah Tinggal di Indonesia, Sasaki Juara Lomba Mengarang Bergengsi Jepang

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Susumu Sasaki (53), kiri, juara utama Penghargaan Essay Promise ke-19 mendapat penghargaan dari Presiden SMBC Consumer Finance.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Lima belas tahun lalu Susumu Saski (53) pernah tinggal di Indonesia. Pulangnya ke
Hokkaido, tempat terdingin di Jepang dengan salju selalu menutupi daerah ini. Seorang anak usia 5 tahun ingin
membawa oleh-oleh salju ke negara Selatan untuk teman-temannya tanda persahabatan. Itulah inti karangannya, membuat Sasaki jadi Juara Utama Essay Promise ke-19 yang dibuat Sankei Shimbun, lomba mengarang bergengsi di Jepang.

"Hadiah diterima Sasaki selain sertifikat penghargaan sebagai yang terbaik, juga kupon belanja satu juta yen dari
berbagai sponsor kami," ungkap panitia lomba, Masaru Kiyosawa khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (27/3/2015).

Upacara penghargaan 25 Maret lalu di Otemachi Sankei Plaza Tokyo dengan pemberian Grand Prize kepada
pengarangnya, Sasaki, untuk karyanya "Haru no Maho" (Musim Semi Ajaib).

Sasaki yang karyawan sekolah Eniwa di Hokkaido saat ini, mengarang mengenai kisah anak usia 5 tahun yang berusaha
memberikan hadiah salju kepada sahabatnya di negara Selatan, negeri yang panas dan tak mungkin ada salju. Tapi
upaya ayahnya untuk menyenangkan sang anak, membuat seolah ada salju di dalam botol sehingga bisa dibawa ke negeri
Selatan dan dihadiahi kepada temannya. Suatu kebahagiaan dari sebuah janji yang ditepati.

"Saya sangat senang sekali mendapat penghargaan ini, sebuah harta karun yang misterius dan kenangan tak terlupakan
bagi orang tropis yang mendapatkan salju," kata Sasaki mengomentari penghargaan yang diperolehnya.

Selain hadiah utama tersebut ada pula Excellence Award bagi 2 orang, lalu hadiah kenangan bagi 10 orang, 5 orang mendapat hadiah tambahan bagi siswa SMP dan SMA. Sementara sekolah yang dianggap berprestasi karyanya adalah SMP Takada dari Perfektur Mie dan empat sekolah lain juga mendapat hadiah kenang-kenangan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini