News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Korban Tewas Gempa Nepal Mencapai 4.400 Orang

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga membawa korban gempa yang ditemukan di antara puing-puing bangunan yang ambruk di Kathmandu, Nepal akibat gempa 7,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Sabtu (25/4/2015).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota tim penyelamat dan sukarelawan terus berjuang untuk mengatasi dampak gempa di Nepal.

Dengan tangan kosong mereka berupaya menggali reruntuhan bangunan-bangunan yang roboh akibat goyangan gempa sekala 7,8 skala Rirtcher di hari Sabtu kemarin. Namun akibat padamnya listrik dan kurangnya persedian menyulitkan upaya penyelamatan di Nepal.

Sementara itu di hari Selasa (28/4/2015), korban tewas tercatat mencapai 4.400 orang, dengan mayoritas berada di Nepal. Lebih dari 8.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Gempa mengakibatkan runtuhnya beberapa gedung di Kathmandu, termasuk beberapa bangunan berserahan. Kerusakan serius juga dilaporkan di desa-desa yang berada di sekitarnya.

"Informasi tentang kondisi di daerah-daerah terpencil sangat kurang pada saat ini," ujar Devendra Singh Tak, seorang pejabat organisasi masyarkaat Save the Children, seperti dikutip dari CNN.

Tak, yang berada di Kathmandu, mengatakan organisasinya dan sejumlah organisasi kemanusiaan lainnya telah mengirimkan tim ke daerah-daerah terpencil. Pemerintah Nepal mengatakan wilayah-wilayah tersebut tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.

"Di situlah salah satu kebutuhan untuk keluar dan melakukan upaya penyelamatan dan mengirimkan bantuan," kata Tak.

UNICEF, badan anak PBB, mengatakan di hari Minggu bahwa hampir 1 juta anak-anak Nepal sangat membutuhkan bantuan.

China, India, Perancis, Italia, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Australia, Taiwan, Pakistan, Uni Emirat Arab, Israel, Swiss, Norwegia, Singapura dan Korea Selatan adalah sejumlah negara yang mengirimkan bantuan dan awak SAR. Uni Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia juga telah mengirimkan bantuan. CNN

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini