News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2015

Insiden Mina 2015 Mengingatkan Kejadian Serupa di Tahun 2006

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas mengevakuasi jamaah Haji korban tragedi Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9/2015). Sebuah musibah kembali terjadi di Mina usai jamaah Haji melalukan ritual lempar jumrah, 400 jamaah menjadi korban dan 220 diantaranya meninggal dunia. alriyadh.com

TRIBUNNEWS.COM, MINA - Setidaknya 220 jemaah haji tewas di Mina saat melakukan ritual lempar jumrah.

Sekitar dua juta orang melakukan ibadah haji pada saat kejadian terjadi.

Selain 220 orang tewas setidaknya 450 lainnya luka-luka terinjak-injak dan terhimpit di Jalan 204 di Mina, beberapa kilometer sebelah timur dari Mekkah, di mana jemaah tinggal selama beberapa hari selama puncak haji.

Insiden serupa pernah juga terjadi di Mina pada tahun 2006, saat itu 346 jemaah haji tewas ketika mereka mencoba untuk melakukan lempar jumrah di Jamarat, Mina.

Untuk diketahui dua kejadian tersebut terjadi di Jalan 204, dimana jalan itu salah satu dari dua arteri utama yang menuju melalui kamp di Mina untuk Jamarat, tempat jemaah haji lakukan ritual lempar jumrah dengan melemparkan kerikil pada tiga pilar besar.

Sementara itu Wartawan Reuters di Mina menyebutkan saat ini suara sirene polisi dan ambulans sirene meraung-raung menuju ke lokasi bencana.

Foto-foto yang dipublikasikan pada pertahanan sipil Twitter pakan menunjukkan peziarah berbaring di tandu sementara pekerja darurat mengangkat jenazah mereka ke ambulans.

Dikatakan lebih dari 220 ambulans dan 4.000 pekerja penyelamat telah dikirim ke lokasi penyerbuan untuk membantu yang terluka. Milik Saudi saluran televisi Al-Arabiya menunjukkan konvoi ambulans mengemudi melalui kamp Mina.

"Pekerjaan sedang dilakukan untuk memisahkan kelompok besar orang dan jemaah langsung ke rute alternatif," kata otoritas sipil Arab Saudi di akun Twitter-nya. (Pelaporan oleh Nidal al-Mughrabi; Ditulis oleh Sami Aboudi dan Angus McDowall; Editing oleh Dominic Evans/Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini