Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pioneer, produk elektronik terkemuka Jepang bulan November 2015 baru saja mengoperasikan kantor penjualannya di Jakarta dengan nama PT Pioneer Electronics Indonesia.
Kantor penjualan di Indonesia ini ada tujuh karyawan dan dua pimpinan dari Jepang sebagai Direksi.
"Target kami tahun 2017 bisa menjual 1,54 juta unit Car Audio khususnya kepada para produsen mobil Jepang yang ada di Indonesia," kata Satoshi Ohdate khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (13/11/2015).
Saat ini masih tujuh orang karyawan tapi ke depan seiring dengan peningkatan penjualan tentu akan menambah jumlah karyawan.
Selama sedikitnya 30 tahun terakhir ini Pioneer telah masuk ke Indonesia lewat agen penjualan di Indonesia. Tapi untuk Car Audio baru tahun ini beroperasi masuk Indonesia lewat usahanya sendiri.
"Sebelumnya hanya impor barang Home Audio saja dari pabrik kami yang ada di Thailand lalu dijual di Indonesia. Namun penjualan semakin sedikit seiring dengan semakin sedikit pembeli Home Audio di dunia. Saat ini umumnya orang cukup pakai ponselnya saja ke kupingnya mendengarkan lagu-lagu yang ada atau para maniak audio yang jumlahnya sedikit yang masih mendengarkan Home Audio," paparnya.
Oleh karena itu Pioneer yang sempat kesulitan perekonomiannya kini berusaha bangkit kembali dengan fokus bisnis kepada Car Audio.
"Kami yakin bisa bersaing baik di Indonesia karena citra Pioneer sudah baik di Indonesia dan sebuah pabrik audio di Indonesia membantu produksi Pioneer dalam bentuk EMS memiliki konsumen cukup banyak, sepertinya memegang 30 persen pangsa pasar Car Audio," tambahnya.
Berapa pun jumlah permintaan di Indonesia Pioneer yakin memenuhinya karena dapat dukungan pabrik besar yang ada di Thailand.
"Setidaknya bisa diimpor dari Thailand kalau ada permintaan besar," katanya.
Selain menjual kepada produsen mobil Jepang, kesempatan menjual juga terbuka bagi produsen mobil kain di Indonesia yang non-Jepang.
"Kalau ada permintaan tentu saja akan kami layani," katanya.
Pada hakekatnya Pioneer melihat masa depan Indonesia penuh dengan kemajuan dan sangat menguntungkan. Jadi bukan tidak mungkin nantinya akan melakukan investasi di Indonesia disamping perusahaan Pioneer yang sudah ada di Singapura, Thailand, Malaysia dan India.
Saat ini pihaknya masih fokus kepada penjualan yang harus bisa sukses serta mencapai target yang ada untuk Indonesia. Setelah berhasil barulah menindaklanjuti dengan hal yang lebih besar lagi.
PT Pioneer electronics Indonesia dengan saham 99 persen dimiliki Pioneer Electronics Asiacenter Pte.Ltd. Kemudian sisanya, 1 persen dipegang Pioneer Electronics Singapore Pte.Ltd. CEO nya adalah Jun Murakami dengan modal awal usaha 1,5 juta dolar AS.
Baca tanpa iklan