Penyebabnya adalah, seorang penumpang mengaku mendengar percakapan yang dia yakini sebagai sebuah rencana untuk meledakkan pesawat itu. Demikian dikabarkan harian The Sun Sentine.
Di darat, Yaniv Abotbul, seorang warga AS kelahiran Israel, ditanyai polisi selama lima jam. Demikian sang pengacara menjelaskan.
Abotbul kemudian dibebaskan setelah tuduhan itu tak terbukti dan kuasa hukum pria itu menuntut permintaan maaf dari pihak maskapai dan pemerintah.(AFP)
Baca tanpa iklan