Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perusahaan dan organisasi Jepang banyak sekali menyumbangkan dana politiknya kepada partai politik sejak 3 tahun lalu.
Ketua Keidanren Sadayuki Sakakibara mengumandangkan agar perusahaan menyumbangkan kembali dananya buat parpol setelah tahun sebelumnya dilarang.
Dana sumbangan tersebut per 31 Maret 2015 mencapai sekitar 2,21 miliar yen atau peningkatan sekitar 13% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekitar empat tahun lalu sumbangan dana perusahaan kepada parpol dilarang.
Namun setelah ajakan Ketua Keidanren itu berkumandang semua berubah dan pihak pajak Jepang pun menerima kenyataan tersebut, asalkan segera dilaporkan ke kantor pajak secara rinci sumbangan kepada parpol tersebut.
Per September 2014 jumlah perusahaan Jepang yang menyumbangkan dana ke parpol sebanyak 1300 perusahaan anggota organisasi ekonomi Jepang.
Jumlah penyumbang terbesar dari Toray Industries, di mana Sakakibara sebagai Chairman di perusahaan tersebut.
Di sisi lain, untuk meningkatkan jumlah pemilih yang ikut pemilu, ternyata dari kantor pajak Jepang pun mengalokasikan subsidi 15,7 miliar yen guna meningkatkan jumlah kursi majelis tinggi parlemen tahun 2013.
Sebuah asosiasi peternakan babi pun menyumbangkan sekitar 12 juta yen kepada parpol dengan harapan nantinya parpol dapat membantu mereka apabila Trans Pacific Partnership (TPP) terealisir di Jepang dan harga pasaran daging babi yang masuk ke Jepang mengancam harga produk dalam negeri, maka parpol diharapkan dapat memberikan subsidi kepada para peternak domestik agar dapat tetap bertahan menghadapi persaingan global mendatang.
Dengan demikian ada semacam "take and give" antara sumbangan dana perusahaan dan organisasi Jepang kepada parpol di masa mendatang.