News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Merekam sejarah yang mulai terkikis dari Pulau Buru

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dan Rahung -daripada sebagai sutradara yang mengarahkan dialog- agaknya lebih berperan sebagai perekam perjalanan dari sebuah nostalgia dan, mungkin, semacam reuni yang sedih.

Namun dalam teknik yang sederhana ini, ada beberapa gangguan teknis yang sebenarnya cukup mendasar, seperti gerak kamera yang tiba-tiba tidak stabil, penyuntingan yang kurang halus, kurang kuatnya pemilihan karakter yang menjadi narasumber di lapangan, dan kurang ketatnya narasi yang disajikan.

Hal ini juga dirasakan oleh Tedjabayu yang, bersama Hersri, jadi salah satu tokoh di film tersebut.

"Mohon maaf, ini film, mungkin terlalu sedikit biayanya. Lighting, jelas, tidak bagus, sound, banyak mengganggu, itu sebenarnya bisa dilakukan lebih profesional lagi, tapi kan masalahnya soal keterbatasan dana," ujarnya.

Meski begitu, dari sisi substansi cerita, Tedjabayu merasa puas dengan apa yang disampaikan.

Hersri Setiawan (kiri), salah satu tapol yang menjadi tokoh utama dalam film, dan Rahung Nasution, sutradara film Pulau Buru Tanah Air Beta.

Terlepas dari berbagai masalah teknis, produser film Whisnu Yonar menyatakan bahwa lewat Pulau Buru Tanah Air Beta, untuk pertama kalinya kisah tapol Pulau Buru difilmkan.

Whisnu juga menanggapi soal upaya pelarangan atas film itu, "Menurut saya ini film edukatif ya, dan kita menampilkan fakta-fakta sejarah dari kacamata mantan tahanan politik yang pernah dibuang ke sana, dan film ini tidak berniat menyerang pihak-pihak tertentu, jadi saya pikir kalau untuk mengikis kekhawatiran (mengenai isi film) ya harus ditonton film itu."

Pelarangan terhadap film Pulau Buru Tanah Air Beta menambah panjang daftar acara bertema 65 yang diberangus dalam lima bulan terakhir.

Dengan adegan yang tak mempromosikan kekerasan atau memicu kebencian maupun yang bermakna fitnah, saya jadi bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat ormas mengancam pemutaran film ini?

Anda bisa mendengarkan liputan selengkapnya dalam program Seni Budaya, yang disiarkan melalui radio-radio mitra BBC Indonesia, Jumat, 18 Maret 2016 pukul 05.00 dan 06.00 WIB .

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini