News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pria Berkumis Ini Akhirnya Sukses Pakai Penis Bioniknya

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Charlotte dan Mohammed Abad menjadi sahabat setelah perempuan itu menjadi bagian malam pertama Mo, sang penjaga keamanan asal Edinburgh, Skotlandia.

TRIBUNNEWS.COM, EDINBURGH - Pria yang kehilangan kemaluannya akibat kecelakaan pada masa kecil akhirnya kehilangan keperjakaannya pada usia 44 tahun.

Mohammed Abad, seorang penjaga keamanan di Edinburgh, Skotlandia, telah menjalani pembedahan dan dia memiliki sebuah penis bionik berharga 70.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Mo—panggilan akrab pria berkumis itu—mencoba "perangkat" barunya dengan Charlotte Rose, seorang pekerja seks komersial (PSK).

"Rasanya sangat menyenangkan. Saya sudah lama menantikan hari ini sejak usia 18 tahun. Kini, beban berat di tubuh saya hilang dan saya bahagia," ujar Mo.

Mo kehilangan penisnya ketika tanpa sengaja dia terjatuh ke jalan saat bermain perang salju dengan teman-temannya.

Saat terjatuh itulah dia tertabrak mobil dan terseret hingga 500 meter.

Kecelakaan yang terjadi saat Mo berusia enam tahun itu membuat dia kehilangan alat kelaminnya.

Dokter kemudian memberinya penis palsu berbentuk tabung.

Hingga pada 2012, NHS—semacam BPJS di Indonesia—membiayai operasi pemasangan penis bionik sepanjang 20 sentimeter.

Para ahli bedah di University College London butuh waktu tiga tahun guna mencetak penis baru untuk Mo yang dibuat dengan menggunakan kulit yang diambil dari lengan pria itu.

Penis bionik ini memiliki dua pipa yang mengembung hingga membuat penis bionik itu ereksi saat dia menekan tombol yang diletakkan di testikelnya.

Namun, Mo baru bisa menggunakan penis barunya belum lama ini setelah organ tubuh barunya benar-benar berfungsi.

Charlotte (35) menghubungi Mo setelah mendengar kisahnya dan dia bertanya kepada Mo agar bisa menjadi bagian dari pengalaman seksual pertama pria itu.

"Saya menginginkan seseorang yang menerima saya apa adanya," ujar Mo.

Mo dan Charlotte bertemu kali pertama di pusat kota London dan menghabiskan waktu beberapa hari untuk saling mengenal sebelum akhirnya melakukan hubungan seksual.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini