News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Demi Bersekolah, Anak-anak Ini Harus Memanjat Tebing Curam Setinggi 800 Meter Setiap Hari

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anak-anak Desa Atuler memanjat tebing curam setinggi 800 meter dari rumah menuju sekolah dengan melewati jalan setapak sangat berbahaya.

TRIBUNNEWS.COM, SICHUAN - Jalan paling mengerikan di dunia.

Begitulah sebutan untuk jalan setapak dengan panjang 800 m yang terpaksa harus dilalui anak-anak China agar bisa bersekolah.

Anak-anak usia sekolah dasar itu harus memanjat dan menuruni tebing batu yang curam.

Begitu juga jika warga desa kalau pergi menjual hasil-hasil pertanian mereka.

Tidak hanya itu, anak-anak berusia enam tahun dari Desa Atuler di Provinsi Sichuan, China barat daya, itu harus meniti anak tangga yang reyot pula. Nyawa adalah taruhannya.

Pihak berwenang di Sichuan telah bersumpah untuk membantu desa pegunungan terpencil itu setelah foto-foto muncul dan menjadi viral di media sosial.

Dalam foto yang dirilis media daring di Beijing, lalu menjadi viral di media sosial, tampak anak-anak dengan beban tas sekolah di punggung terpaksa menapakkan kaki di tebing curam.

Ruas jalan yang dilalui hanya setapak.

Sedikit saja kaki terpeleset, maka nyawa akan jadi taruhan, seperti dilaporkan situs beritaThe Guardian, Jumat (27/5/2016).


Chen Jie/Beijing News - Menurut penuturan warga Desa Atuler, Sichuan, China, nenek moyang mereka mendiami daerah terpencil dan sangat berbahaya ini untuk menghindari perang. 
 

Ada bagian jalan yang ditaruh dengan tangga reyot agar bisa dilalui.  

Namun, namun ada juga ruas jalan yang tanpa tangga sehingga kaki harus berpijak langsung pada dinding batu nan curam.

Foto-foto diambil oleh Chen Jie, seorang fotografer Beijing News, peraih penghargaan dari World Press Photo atas karya jurnalistiknya merekam ledakan mematikan di Tianjin tahun lalu.

Chen menggunakan akun WeChat untuk menggambarkan situasi yang mengerikan, saat ia pertama kali menyaksikan 15 murid desa Atuler, berusia antara 6–15 tahun, melewati jalan setapak tersebut.

“Sungguh tidak diragukan lagi, saya sangat terkejut melihat kenyataan itu,” tulisnya sambil berharap foto-foto yang dirilisnya bisa membantu mengubah “realitas yang menyakitkan” warga Atuler.

Chen menghabiskan tiga hari mengunjungi masyarakat miskin itu dan mencoba sampai tiga kali melewati jalan berbahaya itu.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini