News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PM Jepang: Korea Utara Biadab Luncurkan Peluru Kendali

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala peluru kendali Korea Utara yang diluncurkan tadi pagi oleh Korea Utara nyebur di laut Jepang, 250 kilometer dari perfektur Akita

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - PM Jepang Shinzo Abe menekankan bahwa Korea Utara biadab (outrage) telah meluncurkan peluru kendalinya dua kali, satu gagal, satu lagi jatuh ke laut Jepang, sekitar 250 km di barat perfektur Akita, bagian utara Jepang.

"Peluncuran peluru kendali itu benar-benar biadab dan ancaman sangat bahaya bagi Jepang," kata Abe kepada pers Rabu ini (3/8/2016).

Sementara Sekretaris Kabinet Toshihide Suga menekankan hal ini menjadi semakin bermasalah bagi masyarakat internasional.

"Resiko sangat tinggi bagi armada elayaran dan udara di sekitarnya dan tentu saja menjadi masalah besar bagi masyarakat internasional," ujarnya.

Jepang yang memiliki wilayah ekonomi eksklusif seluas 4,05 juta km2 itu bagian utaranya dekat perfektur Akita menjadi gempar dengan jatuhnya peluru kendali tersebut.

Seorang nelayan setempat menyatakan sangat marah, "Tak bisa dimaafkan hal ini, benar-benar keterlaluan sekali, membuat kita sangat was-was dalam bekerja di laut nantinya," papar Hayashi seorang nelayan Jepang khusus kepada Tribunnews.com Rabu siang ini.

Sampai dengan saat ini sejak Maret 2016, Korea Utara telah meluncurkan 30 peluru kendali  Nodong (skala menengah jauh atau ICBM) sebagai bagian uji coba mereka dan tidak sedikit yang mencemaskan masyarakat internasional, dan hari ini (3/8/2016) pertama kali masuk ke dalam wilayah zone eksklusif ekonomi Jepang.

Norihisa Satake mantan penasehat badan beladiri Jepang khusus laut (MSDF) dan ahli peluru kendali Jepang mengungkapkan, "Kita harus mengecam Korea Utara dengan tegas atas uji cob atersbeut yang jelas sangat membahayakan perdamaian internasional. Tiga pihak, Jepang, China dan Amerika Serikat harus duduk bersama membicarakan ini dengan Korea Utara dengan lebih serius lagi agar tidak terulang lagi kejadian ini," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini