News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Hari ke-84 Perang Iran, AS Mulai Lunak? Pembicaraan Damai Berlanjut di Tengah Ancaman Trump

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memasuki hari ke-84, Jumat (22/5/2026).

Situasi semakin kompleks antara jalur diplomasi dan ancaman eskalasi militer baru.

Dilansir Al Jazeera, AS dan Iran kembali melanjutkan pembicaraan damai yang dimediasi Pakistan setelah kedua pihak saling bertukar pesan serta rancangan proposal untuk membangun kerangka kesepakatan formal.

Upaya diplomatik itu muncul di tengah kekhawatiran global bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu krisis energi, gangguan perdagangan internasional, hingga instabilitas politik baru di Timur Tengah.

Koresponden Al Jazeera di Teheran, Almigdad Alruhaid, menyebut pejabat Pakistan kini terlibat dalam “aktivitas mediasi intensif” untuk mencegah perang berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas.

Trump Kirim Sinyal Ganda

Meski pembicaraan terus berjalan, Presiden AS Donald Trump tetap mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran.

Trump memperingatkan Washington dapat mengambil tindakan “sangat drastis” apabila Teheran menolak menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan negosiasi menunjukkan “beberapa tanda baik” meski belum ada kepastian kesepakatan final dapat tercapai dalam waktu dekat.

Baca juga: Dari F-15 hingga Drone MQ-9 Reaper, Ini Daftar Kerugian 42 Armada Udara AS Selama Perang Iran

Situasi itu memperlihatkan strategi Washington yang kini bergerak di dua jalur sekaligus: diplomasi dan tekanan militer.

Al Jazeera menyebut pendekatan Trump memunculkan perdebatan di AS karena sebagian pihak menilai ancaman militer justru dapat menggagalkan proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Iran Tuduh AS dan Israel Lakukan Kejahatan Perang

Di tengah pembicaraan damai, Iran terus melontarkan tuduhan keras terhadap AS dan Israel.

Pemerintah Iran menuduh kedua negara melakukan “kejahatan perang” setelah serangan udara menghantam Institut Pasteur Iran pada awal perang.

Jurnal medis The Lancet bahkan memperingatkan pemboman tersebut merusak salah satu pilar utama sistem kesehatan masyarakat Iran.

Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran mengungkap lebih dari 7.200 warga berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan akibat serangan udara AS dan Israel sejak perang dimulai.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini