News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bantai Ribuan Pengedar Narkoba, Duterte Senang Disamakan dengan Hitler

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Filipina Rodrigo Duterte melihat dokumen yang berisi daftar pejabat pemerintah yang terlibat dalam narkoba saat ia memberikan pidato di kamp pelatihan militer di kota San Miguel, provinsi Bulacan, utara Manila pada 15 September 2016. (TIME)

Presiden sejauh ini menuduh lebih dari 160 eksekutif lokal yang berkuasa dan mantan, anggota parlemen, pejabat di desa, hakim, polisi dan tentara dalam obat-obatan terlarang.

Namun, banyak dari mereka yang digiring ke kantor dan markas polisi di kota Quezon menyangkal berbagai tudingan tentang keterlibatan mereka dalam kasus narkoba.

Sedangkan ribuan lainnya telah tewas dibunuh jauh sebelum nama-nama mereka dibacakan di ruang terbuka kepada publik.

Departemen Kehakiman dan Kepolisian Nasional Filipina belum mengumumkan pengajuan tuduhan resmi terhadap mereka yang termasuk dalam daftar target.

Duterte telah bersumpah untuk menggulung peredaran obat-obatan terlarang dan tindak kriminal dalam tiga sampai enam bulan pertama massa kepresidenannya sejak dilantik 30 Juni 2016.

Menurut laporan yang diterima Duterte, setidaknya ada 3,7 juta warga pecandu narkoba di Filipina.

Dangerous Drugs Board, yang bertanggung jawab atas kebijakan soal narkoba, mengatakan, ada 1,7 juta pengguna narkoba di negara itu pada 2015, naik dari 1,3 juta pada 2012.

Sejak Senin (19/9/2016), sedikitnya 19 orang, termasuk seorang polisi, tewas dalam insiden terpisah di Metro Manila. (AP/The Philippine Star).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini