Kebakaran yang terjadii pada Senin, (17/10) malam itu sudah bisa dikendalikan, kata para pejabat.
Sedikitnya 19 orang tewas akibat kebakaran di sebuah rumah sakit di bagian timur India, kata polisi setempat.
Mereka mengatakan api mulai menjalar di bangsal dialisis rumah sakit SUM, sebuah fasilitas swasta di kota Bhubaneswar, Negara Bagian Odisha.
Puluhan pasien dibawa ke fasilitas medis lainnya di kota itu.
- Rumah sakit di Saudi terbakar, sejumlah pihak 'saling tuduh'
- Kebakaran di rumah sakit Baghdad, 11 bayi prematur meninggal
Sekitar 120 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kobaran api, yang kemudian bisa dikendalikan. Perdana Mentri Narendra Modi mengatakan ia merasa 'sedih' atas peristiwa kebakaran tersebut.
"Kami menduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik di bangsal dialisis," kata Binay Behera, seorang pejabat pemadam kebakaran setempat, sebagaimana dikutip dari situs website Times of India.
Sebagian besar korban dilaporkan meninggal karena menghirup asap.
"Kami bisa memastikan bahwa 19 orang meninggal dalam insiden itu," kata Bhubaneswar komisaris polisi Yogesh Khurania kepada kantor berita AFP. Sekitar 106 orang lainnya dilaporkan terluka.
- Ledakan di RSAL Mintoharjo, pasien tewas 'terbakar'
- Bom di rumah sakit di Pakistan menewaskan 53 orang
Laporan sebelumnya menyebutkan korban tewas sebanyak 23 orang.
Komisaris Khurania mengatakan bahwa banyak korban luka berada dalam kondisi kritis dan jumlah orang tewas mungkin bisa meningkat.
"Tragedi ini membuat pikiran mati rasa," kata Perdana Menteri Narendra Modi dalam Twitter-nya.
Tayangan televisi setempat memperlihatkan petugas pemadam kebakaran menghancurkan kaca jendela untuk memasuki gedung.
Sejumlah pasien yang ketakutan dan para karyawan rumah sakit mencoba untuk melompat keluar dari jendela bangunan, namun dicegah oleh polisi, kata laporan.
"Saya merasa sangat sedih oleh hilangnya nyawa dalam kebakaran rumah sakit di Odisha. Tragedi ini membuat pikiran mati rasa. Pikiran saya bersama dengan keluarga yang ditinggalkan," kata Perdana Mentri Narendra Modi dalam twitter-nya.
Pada tahun 2011, 89 orang tewas dalam kebakaran yang terjadi di sebuah rumah sakit di bagian timur kota Kalkuta.
Berita Populer
-
-
Harga Minyak Turun Setelah Iran Ajukan Proposal Negosiasi ke AS, UEA: Teheran Tak Bisa Dipercaya
-
Perang Iran Secara Hukum AS Resmi Selesai, Trump Mau Lancarkan Operasi Baru yang Berganti Nama
-
UU AS Paksa Trump Stop Perang Hari Ini, Anak Buahnya Sibuk 'Mengakali'
-
Jerman dan Italia Murka, Kecam Aksi Israel yang Cegat Bantuan Gaza di Perairan Internasional
-
Iran Siapkan Hukum Baru di Selat Hormuz, Sinyal Babak Baru Konflik Global
Berita Terkini
-
Buku My Cups Story Karya Kireinachan, Dari Hobi Cangkir Menjadi Refleksi Kehidupan
-
Bocah 7 Tahun di India Pecahkan Rekor Dunia, Renangi Selat Palk 29 Km Selama 10 Jam
-
Trump Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Pentagon Syok
-
Keempat Kali dalam 2 Pekan, Pelabuhan Tuapse Rusia di Laut Hitam Dibakar Serangan Drone Ukraina
-
Gelontorkan Rp 1,7 T, Angkatan Laut AS Pakai AI Bersihkan Ranjau Selat Hormuz Cuma Sekejap
Baca tanpa iklan