Ratusan macan tutul salju dibunuh pemburu gelap setiap tahun di pegunungan tinggi Asia, demikian disebutkan sebuah laporan baru.
Diperkirakan hanya terdapat 4.000 ekor dari binatang tersebut di alam.
Sekitar empat ekor per minggu diburu, kata para pengamat, sebagian besar dibunuh penduduk setempat sebagai balas dendam kematian ternak mereka.
Laporan tersebut menggarisbawahi kekhawatiran terkait perdagangan gelap kulit macan tutul salju yang dilakukan di internet untuk menghindari hukum.
Hidup di ketinggian
Gigi, kuku dan tulang macan dicari-cari selain kulitnya.
Macan tutul salju yang suka menyembunyikan diri ditemukan di 12 negara di pegunungan Himalaya dan Tibet, di antaranya Cina, Bhutan, Nepal, India, Pakistan disamping Mongolia, Tajikistan dan Rusia.
Binatang ini biasanya hidup di ketinggian 1.000 dan 5.400 di atas permukaan laut. Terlindungi dari cuaca dingin karena tebalnya bulu yang juga menutupi kakinya, macan tutul pengembara ini memangsa domba biru, ibex gunung (sejenis kambing) dan makhluk lebih kecil lainnya.
- Macan tutul masuk ke kamar sebuah hotel di India
- Macan tutul 'penyerang' di India lepas dari kandang
Karena mereka dapat membunuh binatang yang berukuran tiga kali beratnya, kemampuan mereka memburu domba dan sapi peliharaan membuat binatang tersebut dianggap sebagai ancaman bagi para peternak.
Menurut kajian baru ini, sekitar 221 sampai 450 macan tutul salju diburu setiap tahun sejak 2008. Penulis laporan mengatakan angka tersebut kemungkinan bisa lebih besar lagi dan penyebab utamanya adalah konflik manusia dengan kehidupan liar.
Balas dendam
Kamuflase bulu macan membuatnya sulit terlihat di pegunungan.
"Kami berpikir apa yang diperlihatkan oleh sebagian besar pengamatan, catatan penangkapan dan pandangan para ahli adalah sebagian besar hal ini masih terjadi karena pembunuhan balas dendam," kata James Compton dari Traffic.
"Salah satu campur tangan terbesar untuk mengatasi ini adalah perbaikan perlindungan ternak, pada beberapa daerah sangat terpencil di mana terdapat masyakarat pengembara dengan kumpulan ternak mereka, karena di daerah seperti itulah masalah terjadi."
- Lebih 100 sekolah di India tutup 'karena teror macan tutul'
- Wanita India berhasil membunuh macan tutul
Lebih dari 90% pemburuan gelap dilaporkan hanya terjadi di lima negara, Cina, Mongolia, Pakistan, India dan Tajikistan.
Laporan ini juga mengisyaratkan hanya 21% dari macan tutul salju yang diburu khusus untuk perdagangan gelap, tetapi sepertinya terdapat sejumlah usaha untuk mendapat keuntungan dari kulit dan tulang binatang ini ketika mereka dibunuh.
"Macan tutul salju tidak sering muncul di pasar, kesimpulan para penulis adalah ini untuk mencari keuntungan, jika seekor macan tutul salju terbunuh dan bagian kulitnya dapat dijual, maka hasilnya hampir sama dengan mendapatkan kembali ternak yang hilang," kata James Compton.
Media sosial
Macan ini dibunuh penduduk desa di Tajikistan karena menyerang domba.
Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah peningkatan penjualan lewat media sosial dan bisnis di internet. Selain kulit dan bulunya, juga terdapat pasar untuk kuku dan gigi macan yang diiklankan sebagai obat.
Baca tanpa iklan