"Obama tetap dalam sejarah dan hati banyak di antara kita," tulis dia.
Dia juga menyatakan ketakutannya mengenai siapakah yang akan terpilih menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat.
"Segera, kita akan tahu nama Presiden ke-45 AS. Hal ini jelas bahwa pilihan ini akan sangat mempengaruhi dunia selama beberapa waktu kedepan," tulisnya lagi.
Renzi mendukung Clinton untuk menjadi presiden pada awal Pilpres AS.
Dalam posting hari Senin, ia berbagi harapannya untuk Presiden AS berikutnya.
"Mari kita berharap itu adalah seorang perempuan, mengutip judul film lama 'Let’s hope it’s a girl'," tambahnya. (Huffington Pos)
Baca tanpa iklan