News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Duta Besar Rusia Ditembak di Ankara, Pengamanan di Turki Dipertanyakan

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelaku penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki di Ankara, Turki, Senin (19/12/2016). (Aljazeera/AP/Burhan Ozbilici)

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Aksi penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki di Ankara menimbulkan pertanyaan atas prosedur pengamanan di Turki.

Sejumlah pihak dan media telah menyebut insiden yang terjadi Senin (19/12/2016) itu merupakan "kegagalan prosedur pengamanan yang memalukan".

Apalagi, mengingat insiden pembunuhan itu merupakan serangan besar ketiga yang terjadi di Turki dalam waktu kurang dari 10 hari.

Baca: Kronologi Penembakan Duta Besar Rusia di Turki

Pada bulan-bulan sebelumnya, sejumlah kejadian mematikan juga kerap terjadi, termasuk aksi kudeta dan bom bunuh diri di bandara Istanbul.

Pelaku penembakan yang terjadi di sebuah gelaran pameran foto itu diketahui merupakan seorang polisi Turki bernama Mevlut Mert Altintas.

Mevlut Mert Altintas dikatakan masuk area pameran foto yang disponsori Kedutaan Besar Rusia untuk Turki itu dengan mengaku sebagai seorang polisi.

Namun, sejumlah polisi yang bertugas di lokasi kejadian mengatakan Mevlut Mert Altintas sedang tak bertugas saat itu.

Detik-detik sebelum penembakan, Mevlut Mert Altintas bahkan bisa sampai berdiri dekat dengan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov.

Saat Andrey Karlov tengah menyampaikan pidatonya di sela-sela pameran, Mevlut Mert Altintas berdiri di belakang Andrey.

Alhasil, Mevlut Mert Altintas secara mudahnya dapat langsung menarik pistolnya dan menembakkan pelurunya beberapa kali dari belakang Andrey.

Andrey Karlov tewas ditembak, hanya sehari sebelum para menteri luar negeri dan pertahanan Rusia, Iran, dan Turki melakukan pertemuan di Rusia.

Dalam pertemuan itu, akan dibahas solusi atas permasalahan di Aleppo, Suriah, negara yang sempat diteriakkan namanya oleh Mevlut Mert Altintas setelah menembak Andrey Karlov.

"Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Suriah! Allahu akbar!," teriak Mevlut Mert Altintas dalam bahasa Turki, usai menembak mati Andrey. (TeleSUR/Houston Chronicle).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini